Begini Cara Merawat Motor yang Mesinnya Sudah Dimodifikasi

Kompas.com - 24/06/2021, 09:12 WIB
Dongkrak performa mesin Yamaha Nmax tanpa bore up Dok. N1Dongkrak performa mesin Yamaha Nmax tanpa bore up

SOLO, KOMPAS.com - Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemilik motor untuk menaikkan tenaga mesin, salah satunya bore up.

Bore up merupakan upaya memperbesar silinder head motor dan mengganti piston dengan yang lebih besar.

Selain bore up, ada juga yang namanya stroke up. Stroke up merupakan upaya memperpanjang langkah piston dengan memindahkan posisi pin kruk as ke posisi luar.

Keduanya merupakan upaya untuk menaikkan atau memperbesar kapasitas silinder atau cc pada mesin.

Baca juga: Suzuki Jepang Siapkan Jimny Versi Murah buat Pasar Ekspor

Dengan perubahan mesin yang dilakukan sudah tidak sesuai dengan standar pabrikan, tentu saja perawatan yang dilakukan juga berbeda dengan motor standar. Perawatan khusus dilakukan agar motor tidak cepat rusak dan tahan lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Paket silinder merek TK RacingDonny Apriliananda Paket silinder merek TK Racing

Feri Firmansyah, mekanik bengkel Bandit Racing Engines di Sukoharjo, Jawa Tengah mengatakan, perawatan untuk motor yang sudah di bore up sebenarnya sama dengan motor biasa, namun perlu ada perhatian khusus.

Baca juga: Wacana Tarif Parkir Rp 60.000 Per Jam di DKI, Kapan Mulai Berlaku?

"Kalau perawatan yang harus dilakukan sama seperti motor lainnya, perlu di servis rutin dan ganti oli juga, yang perlu diperhatikan sebenarnya masalah oli mesin," kata Feri kepada Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Feri menambahkan, untuk motor yang sudah di korek, pemilihan oli juga tidak boleh sembarangan. Pilih oli dengan kualitas lebih bagus dari oli yang disarankan sebelumnya. Hal ini bertujuan agar pelumasan lebih optimal dan membuat mesin tidak cepat panas.

Ganti Oli MotorFoto: Rideapart Ganti Oli Motor

"Olinya itu juga harus oli yang lebih bagus, kan itu dalamnya juga sudah tidak standar lagi, ada perubahan, otomatis butuh pelumasan yang lebih ekstra juga," ucap Feri.

Selain harus menggunakan kualitas oli mesin yang bagus, jadwal penggantian oli mesin juga harus diperhatikan.

Jangan pernah sekali-kali terlewat untuk penggantian oli mesin. Karena jika mesin sampai kekurangan pelumas, maka akan membuat mesin cepat panas, mengakibatkan liner block mesin bisa retak.

Baca juga: Ini Fungsi Paddle Shift pada Mobil Transmisi Matik

"Penggantian oli juga harus lebih sering dari motor biasa, kalau motor biasa bisa sampai 2.000-4.000 kilometer ganti oli, nah kalau motor bore up bisa lebih sering, 1.000 kilometer atau paling tidak sebualn sekali ganti," kata dia.

Selain oli mesin, perhatikan juga bahan bakar yang digunakan. Motor yang sudah mengalami bore up biasanya akan mengalami kenaikan kompresi mesin. Disarankan untuk memakai bahan bakar dengan oktan tinggi agar pembakarannya lebih sempurna.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X