Honda Kena Imbas Cip Semikonduktor yang Sedang Langka

Kompas.com - 11/06/2021, 16:21 WIB
Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah pandemi Covid-19 yang menghajar sejak tahun lalu, industri otomotif kini tengah dibayangi oleh krisis cip semikonduktor.

Tak hanya mengganggu rantai pasok global, krisis cip lambat laun mulai dirasakan sektor otomotif di Indonesia, terutama yang punya pabrik perakitan.

Salah satu gejala konkret yang terjadi, adalah mulai muncul jurang pemisah waktu antara pemesanan dan pengiriman beberapa merek kendaraan.

Hal ini juga dirasakan oleh pabrikan Jepang, PT Honda Prospect Motor.

Baca juga: Penerapan Ganjil Genap di Jakarta Jangan Terlalu Terburu-buru

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, masalah chip semikonduktor merupakan masalah global yang dialami oleh pabrikan otomotif.

Ilustrasi Pabrik Honda Ilustrasi Pabrik Honda

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Apakah produksi kami terhambat? Ya. Inden juga terjadi di beberapa daerah, bahkan hingga Juli atau Agustus. Untuk model dan tipenya berbeda-beda,” ujar Billy saat di konferensi virtual, Kamis (10/6/2021)

Namun Billy melanjutkan, untuk saat ini produksi Honda tetap dilakukan dengan kapasitas penuh sesuai ketersediaan part dari pemasok.

Baca juga: Bukan Suksesor BR-V dan Mobilio, Ini Jawaban Honda soal N7X

“Artinya, kalau ada masalah di satu model terkait cip semikonduktor, kita bisa alokasikan produksi di model lain,” kata dia.

Billy juga menegaskan, indennya unit Honda yang terjadi di beberapa daerah bukan semata-mata karena cip konduktor saja.

“Ini semata-mata bukan karena cip semikonduktor melainkan dari imbas pemberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Di mana permintaan dari konsumen sangat tinggi,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X