Kompas.com - 30/05/2021, 09:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, aksi nekat para remaja hingga sekumpulan bocah menghadang truk yang melintas semakin marak ditemui.

Paling baru, aksi berbahaya yang dilakukan oleh sekelompok remaja di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (28/5/2021).

Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @kabarjakarta1, terlihat jelas sekelompok remaja tersebut berusaha untuk menghentikan truk yang sedang melaju di jalan raya.

Baca juga: Simak Pentingnya Inspeksi Awal pada Sistem Pengereman Truk

Entah apa tujuan mereka, yang jelas aksi itu sangat membahayakan bahkan bisa berakibat hilang nyawa saat kendaraan yang coba dihadang justru tidak mau berhenti.

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, hal yang dilakukan oleh sekelompok remaja tersebut sudah termasuk dalam atraksi ekstrem yang sangat berbahaya untuk dilakukan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Info Jakarta dan Sekitarnya (@kabarjakarta1)

Jalan raya itu tempatnya mesin bergerak atau beraktifitas dengan kecepatan yang berbed-beda. Bagaimana jika pengemudi tidak siap mengantisipasi hal itu? Bisa saja mobil mengalami selip hingga terjadi kecelakaan,” ujar Sony belum lama ini kepada Kompas.com.

Menurut Sony, anak-anak tersebut harus diberikan edukasi bahwa tidak boleh menantang bahaya dengan cara menghadang kendaraan besar.

Baca juga: Ini Syarat dan Cara Blokir STNK Secara Online

“Ini harus ditertibkan dan dimintakan pertanggung jawaban dari mereka. Mereka harus paham bahaya di jalan raya bahwa mengemudi kendaraan itu tidak semudah teori, apalagi untuk mobil truk yang jarak berhentinya panjang,” kata dia.

Sementara untuk pengemudi, Sony menyarankan untuk tidak melakukan penghindaran dengan cara manuver avoid yang belum tentu bisa dikuasainya.

Pengemudi harus tetap berpikir aman, kurangi kecepatan, dan bersiap berhenti jika sekelompok anak tersebut tidak mau minggir.

“Bagaimanapun nyawa mereka nomor satu. Bukan cari benar atau salah, sebab adanya korban yang di akibat kelalaian si pengemudi harus dipertanggung jawabkan di muka hukum,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.