Begini Alur Bikin SIM Motor CI dan CII

Kompas.com - 29/05/2021, 11:02 WIB
Kartu RFID yang digunakan untuk pengujian SIM Motor Dok. Satpas SIM Daan MogotKartu RFID yang digunakan untuk pengujian SIM Motor

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah merilis aturan baru soal Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal ini tertuang dalam Perpol Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM.

Dalam aturan baru tersebut, ada penggolongan SIM baru untuk pengguna sepeda motor. Dari awalnya hanya C saja, ditambah menjadi CI dan CII.

"Pada Perpol yang baru SIM C ada penambahan sesuai isi atau kapasitas silinder mesin, ada CI dan CII. Jadi SIM C itu sepeda motor sampai dengan 250 cc, CI di atasnya, 250 cc sampai 500 cc, dan CII di atas 500 cc," ucap AKBP Arief Budiman, Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Ada Penggolongan, Motor Listrik Masih Gunakan SIM C Biasa

Untuk isi lengkapnya, dijelaskan dalam Pasal 3 dari Perpol Nomor 5, yakni :

  • SIM C, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic);
  • SIM CI, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic) sampai dengan 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik;
  • SIM CII, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik;

Lantas bagaimana mekanisme untuk mendapatkan SIM CI dan CII bagi pemilik motor dengan mesin di atas 250 cc ?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompetisi Safety Riding dalam Safety Japan Instructor Competition diselenggarakan Honda di Sirkuit Suzuka, Jepang pada 3-4 Oktober 2019Kompas.com/Setyo Adi Kompetisi Safety Riding dalam Safety Japan Instructor Competition diselenggarakan Honda di Sirkuit Suzuka, Jepang pada 3-4 Oktober 2019

Menjawab pertanyaan tersebut, Arief mengatakan sebenarnya tidak ada perbedaan khusus, namun sebagai dasar pemohon wajib memilliki SIM C lebih dulu.

Setelah itu, satu tahun kemudian pemohon baru bisa mengajukan untuk permohonan pembuatan SIM CI. Tapi untuk mendapatkannya, tetap wajib melakukan ujian praktik lebih dulu.

Baca juga: Resmi Berlaku, Aturan Penggolongan SIM Segera Disosialisasikan

"Dasarnya itu SIM C dulu, setelah satu tahun baru bisa dapatkan CI dengan cara pemohonan membuat SIM baru. Itu pun harus mengkuti ujian praktik lagi karena sama saja bikin SIM baru dan jenis motornya kan juga berbeda," ucap Arief.

Smart SIM KOMPAS.com/Gilang Smart SIM

"Sama dengan CI, karena ini kan berjenjang jadi otomatis untuk dapat CII juga harus punya CI selama satu tahun, lalu uji praktik lagi untuk dapat ke CII. Intinya dibuat bertahap, tidak bisa langsung lompat," kata dia.

Penjelasan mekanisme mendapatkan SIM CI dan CII sebenarnya juga tertuang pada Perpol di ayat (3) poin 8 dan 9, yakni :

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.