Pemudik Terobos Pos Penyekatan, Petugas Kalah Jumlah

Kompas.com - 09/05/2021, 14:01 WIB
Foto-foto pemudik motor secara bergerombol yang memaksa ingin melewati Pos Penjagaan Gentong Tasikmalaya, dengan berargumen dan hampir menerobos barikade petugas jaga, Sabtu (8/5/2021) tengah malam. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAFoto-foto pemudik motor secara bergerombol yang memaksa ingin melewati Pos Penjagaan Gentong Tasikmalaya, dengan berargumen dan hampir menerobos barikade petugas jaga, Sabtu (8/5/2021) tengah malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu upaya yang dilakukan petugas untuk mencegah pemudik pulang ke kampung halamannya adalah dengan mendirikan pos penyekatan di beberapa titik.

Sayangnya, pos penyekatan tersebut tidak cukup untuk menghadang rasa rindu para pemudik pulang ke kampung halaman.

Seperti contoh video yang diunggah oleh akun instagram @infojktku, diketahui hal ini terjadi di Jalan Cikarang-Kota Bekasi pada Sabtu (8/5) dini hari.

Baca juga: Ini 31 Titik Pos Penyekatan Mudik di Jabodetabek

Dalam rekaman tersebut, terlihat petugas kepolisian memindahkan barrier penyekat jalan. Namun karena jumlah pemotor begitu banyak dan petugas kepolisian kalah jumlah, para pemudik bisa lolos dengan mudah dan langsung tancap gas meninggalkan lokasi pos penyekatan.

Peraturan larangan mudik Lebaran tahun ini, diperkirakan memang banyak yang akan menjadi pemudik nekat.

Sebab, sejak tahun lalu, para pemudik sudah tidak bisa pulang ke kampung halaman lantaran penyebaran virus Covid-19 yang masih sangat tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by INFO JAKARTA (@infojktku)

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Sonny Susmana mengatakan, pulang ke kampung halaman memang sudah menjadi sebuah tradisi setiap keluarga, khususnya bagi mereka pekerja yang mencari nafkah di Ibukota.

Tetapi, perlu dipahami bahwa imbauan pemerintah untuk tidak mudik merupakan salah satu usaha untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 kepada sanak keluarga di kampung halaman.

Baca juga: Bolehkah Warga Jakarta ke Bodetabek atau Sebaliknya Saat Lebaran?

“Dari video ini terlihat para pengendara sudah kebablasan melakukan hal-hal berbahaya seperti melanggar lalu lintas, berkendara bergerombol serta melibatkan emosi (kegembiraan) yang berlebihan. Untuk apa bersusah payah menerobos barikade kalau nantinya celaka akibat kelalaiannya,” kata Sony saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Sony mengingatkan, jangan sampai kepentingan ego semua aturan ditabrak atau disiasati.

“Kalaupun haurs memaksa mudik, lakukan dengan bijak. Penuhi syarat-syarat untuk keluar kota dan lakukan isolasi mandiri demi kesehatan bersama,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.