Inovasi Karoseri Adiputro Kala Pandemi Covid-19

Kompas.com - 15/04/2021, 19:21 WIB
Bus AKAP PO 27 Trans Java INSTAGRAM/27TRANSBus AKAP PO 27 Trans Java

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih terjadi sampai sekarang. Salah satu yang paling terdampak adalah pengusaha bus.

Mereka mengalami penurunan jumlah penumpang karena dianggap bus yang dinaiki rawan menjadi tempat penularan Covid-19.

Secara tidak langsung, pandemi Covid-19 juga membuat karoseri pembuat bodi bus di Indonesia berinovasi. Hal ini dilakukan demi hadirnya bus yang aman dan memiliki risiko kecil menjadi media penularan virus.

Misalnya seperti yang dilakukan karoseri Adiputro di Malang. Berbagai inovasi mulai dari yang sederhana sampai kompleks dilakukan demi membuat bus yang aman bagi pengemudi maupun penumpangnya.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Pengendara Boleh Melintas di Wilayah Ini

kabin busKompas.com/Fathan Radityasani kabin bus

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur PT Adiputro Wirasejati David Jethrokusumo mengatakan, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, Adiputro berusaha memberikan solusi yang tidak terlalu membebankan bagi operator bus, tapi tetap mengutamakan keamanan.

“Ada dua modifikasi yang kita lakukan, satu sederhana dan satu lagi sedikit lebih kompleks. Selain modifikasi ini, semua bus dari Adiputro akan dilengkapi dengan automatic hand sanitizer, partisi driver, dan UV Lights,” ucap David dalam webinar Bus World, Kamis (15/4/2021).

Modifikasi pertama yang sederhana yaitu, pemasangan air purifier yang dilengkapi dengan HEPA filter di air inlet AC model roof mounted serta UV Lights. Kemudian ada modul monitor yang mengidentifikasi partikel kotor atau udara bersih.

Baca juga: Karoseri New Armada Sebar Bocoran Bus Medium Baru

“Modifikasi yang sederhana ini sudah diaplikasikan ke beberapa bus dan sudah mulai berjalan,” kata David.

Sedangkan untuk modifikasi yang lebih kompleks, menggunakan AC yang posisinya di belakang (rear mounted). Jadi udara dingin yang keluar lewat lubang AC dan langsung disedot dari bagian bawah, dari bawah ini langsung ditarik ke AC unit yang ada di belakang.

“Dalam AC unit juga disematkan HEPA filter serta UV Lights untuk dibersihkan yang kemudian disalurkan lagi ke lubang AC dengan udara yang lebih bersih,” ucapnya.

Tangkapan layar modifikasi kabin bus AdiputroKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Tangkapan layar modifikasi kabin bus Adiputro

Kemudian, model AC rear mounted ini ada dua mode, saat bus berjalan dan berhenti. Jika sedang berhenti, sistem sirkulasi akan ditambah udara segar dari exhaust yang ada di atap kabin bus.

“Kita bersihkan udara yang ada di kabin, kita tarik ke belakang dan dibuang udara kotornya. UV Lights juga digunakan untuk membunuh kuman-kuman yang ada di dalam bus selama dipakai,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.