Pentingnya Pakai Transmisi Gigi Rendah Saat Melintas di Turunan

Kompas.com - 13/04/2021, 19:01 WIB
Ilustrasi berkendara saat turunan Stanly/OtomaniaIlustrasi berkendara saat turunan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengemudikan kendaraan bermotor roda empat tidak cukup hanya mematuhi rambu-rambu lalu lintas saja. Tetapi juga perlu menguasai atau memiliki pengetahuan atas medan jalan yang akan dilewati.

Misal saja berkendara di jalanan perbukitan, di mana banyak jalan yang memiliki kontur naik dan turun dengan tajam serta panjang. Sehingga, pengemudi harus mengatur putaran mesin.

Hal tersebut dilakukan supaya beban kerja rem dan kopling tidak terlalu tinggi dan mengakibatkan blong. Tapi dalam praktiknya, masih ada pengemudi yang abai.

Baca juga: Syarat dan Kriteria Dapatkan SIKM saat Larangan Mudik Lebaran

Desain tuas transmisi Daihatsu Sigra.Setyo Adi/KompasOtomotif Desain tuas transmisi Daihatsu Sigra.

Paling sering nekat menggeser tuas transmisi ke gigi yang lebih tinggi saat melaju di turunan dengan alasan mengurangi getaran mesin dan menghemat bahan bakar.

Padahal, memindahkan transmisi ke gigi yang lebih tinggi padahal posisi kendaraan melaju di jalanan menurun tidak disarankan, sebagaimana dikatakan Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi.

“Karena untuk membantu pengereman dengan engine brake, yang dikhawatirkan kalau hanya mengandalkan sistem rem pada roda bisa overheat dan bisa terjadi vapor lock (masuknya uap air ke saluran pengereman), “ kata Didi kepada Kompas.com.

Ia menambahkan, ketika transmisi yang awalnya gigi rendah kemudian di ganti ke gigi yang lebih tinggi padahal kondisi jalan menurun justru akan mengurangi daya engine brake.

“Kalau meluncurkan dengan gigi yang lebih tinggi akan mengurangi daya engine brake-nya,” ucapnya.

Baca juga: Catat, Ini Biaya dan Cara Mengurus SIM yang Hilang

Ilustrasi berkendara mobilSHUTTERSTOCK Ilustrasi berkendara mobil

Adapun cara memindahkan transmisi ke gigi lebih rendah saat hendak melaju di jalanan menurun jangan langsung memaksa untuk menggeser tuas persneling.

Tetapi, harus perhatikan putaran mesin atau RPM-nyaagar tidak terjadi kerusakan pada mesin. Saat RPM cenderung tinggi, tunggu beberapa saat untuk menurunkan gigi (tidak overrunning).

“Akibat dari overrunning ialah jebolnya mesin yang dikarenakan komponen mesin tidak kuat menahan saat dipaksa mengikuti putaran roda. Jadi harus diperhatikan juga beban kendaraan dan turunannya,” ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X