Belajar dari Kasus Aksi Koboi Pengemudi Fortuner, Apa Pentingnya Bawa Senjata di Mobil?

Kompas.com - 03/04/2021, 15:02 WIB
Tangkapan layar video pengendara mobil Fortuner mengacungkan senjata ke pengendara lain di kawasan Duren Sawit, Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2021). DOKUMENTASI PRIBADITangkapan layar video pengendara mobil Fortuner mengacungkan senjata ke pengendara lain di kawasan Duren Sawit, Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, marak diberitakan soal pengemudi Toyota Fortuner yang berlagak koboi dengan memamerkan pistol saat mengemudi. Ada juga beberapa kasus lainnya, di mana pengemudi kedapatan membawa senjata.

Aturan mengenai senjata api sudah dituliskan dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api pada Pasal 1 ayat 1.

Baca juga: Aksi Koboi Pengemudi Fortuner, Usai Tabrak Motor Malah Acungkan Pistol

Pasal tersebut berbunyi,:

"Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun."

Pengemudi mobil yang menondongkan senjata apiinstagram.com/jakarta.terkini Pengemudi mobil yang menondongkan senjata api

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, senjata itu dipilih dan digunakan hanya untuk bela diri dan itu pun senjata yang hanya melumpuhkan.

"Jadi, ternyata bukan hanya senjatanya yang berbahaya. Tapi, siapa yang bawa senjata itu yang lebih berbahaya, karena belum tentu memiliki kemampuan dan otoritas," ujar Sony, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Sony menambahkan, pada hakikatnya, tugas pengemudi adalah membawa penumpang atau barang ke tempat tujuan dengan selamat. Begitu pun ketika ada kecelakaan, terlibat langsung atau pun tidak.

Baca juga: Toyota Fortuner Dapat Diskon PPnBM, Intip Harga Bekasnya di Solo

"Tugas pengemudi itu juga membantu atau menolong dan jika ada korban, turun, lihat, dan bantu korbannya, itu yang lebih baik dilakukan dibandingkan dengan berlaku koboi-koboian," kata Sony.

Menurutnya, ketika ada pengemudi yang membawa senjata, terlebih mengacung-acungkannya di tempat umum, yang bersangkutan sudah termasuk melanggar aturan dan hukum.

"Pengemudi yang baik fokus pada keamanan dan keselamatan, tidak hanya kepada diri sendiri, tapi juga kepada orang lain," ujar Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.