Apakah Merokok, Makan dan Minum Bisa Kena Tilang Elektronik?

Kompas.com - 29/03/2021, 16:21 WIB
Kamera pengawas atau 'closed circuit television' (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau 'electronic traffic law enforcement' (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKamera pengawas atau 'closed circuit television' (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau 'electronic traffic law enforcement' (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com – Penerapa tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) nasional sudah dilaksanakan sejak 23 Maret 2021. Digunakannya kamera ETLE ini tentunya untuk meningkatkan rasa disiplin berkendara masyarakat.

Selain itu, fungsi dari kamera ETLE yakni untuk mengurangi adanya oknum-oknum yang melakukan pemerasaan saar melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.

Kamera ETLE ini tentunya menangkap beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan raya.

Lalu bagaimana dengan pelanggaran lain misalnya seperti mengemudi sambil merokok, makan dan minum, memangku anak, bahkan dandan, apakah terekam juga?

Baca juga: Bus Sultan Class Hasil Rombak Bengkel Lokal Asal Malang

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by smartgram (@smart.gram)

 

Kasubditdakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Abrianto Pardede mengatakan, saat ini yang akan ditilang oleh kamera ETLE baru 10 pelanggaran saja. Jadi selain itu masih belum bisa ditilang lewat kamera ETLE.

“Bukannya aman, tapi kalau pelanggaran selain 10 yang terdaftar dilakukan dan membahayakan pengemudi ya masih dilakukan (penilangan),” ucapnya kepada Kompas.com, Senin (29/3/2021).

Abrianto mengatakan, untuk saat ini memang baru 10 jenis pelanggaran saja. Tidak menutup kemungkinan untuk ke depannya, akan lebih banyak jenis pelanggaran yang bisa terekam kamera ETLE.

Baca juga: Refleks Sigap Pengemudi Fortuner Menghindari Kecelakaan di Tol

“Sementara 10 dulu, ke depan kita ada penyempurnaan untuk penambahan pelanggaran-pelanggaran. Sementara 10 pelanggaran yang sekarang istilahnya pelanggaran tertinggi,” kata Abrianto.

Setidaknya ada 10 jenis pelanggaran lalu lintas yang bisa ditindak oleh tilang elektronik nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Berikut lengkapnya:

- Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan,
- Tidak mengenakan sabuk keselamatan,
- Mengemudi sambil mengoperasikan telepon genggam,
- Melanggar batas kecepatan,
- Menggunakan pelat nomor palsu,
- Berkendara melawan arus,
- Menerobos lampu merah,
- Tidak menggunakan helm,
- Berboncengan lebih dari 3 orang,
- Tidak menyalakan lampu saat siang hari bagi sepeda motor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X