Berlaku April 2021, Simak Skema Pemberian Insentif PPnBM untuk Mobil 1.500-2.500 cc

Kompas.com - 29/03/2021, 06:38 WIB
Ilustrasi penjualan mobil KOMPAS.com/STANLY RAVELIlustrasi penjualan mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi memperluas pemberian relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil dengan kapasitas silinder mesin antara 1.501 cc - 2.500 cc.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, aturan ini dijadwalkan berlaku mulai 1 April 2021 dengan tujuan mempercepat pemulihan sektor otomotif imbas pandemi Covid-19.

Namun pengumuman resminya baru dilakukan ketika Peraturan Menteri Keuangan (PMK) rampung dalam waktu dekat.

Baca juga: Usai Diberlakukan Diskon PPnBM, Penjualan Mobil Bekas Tetap Stabil

 Ilustrasi penjualan mobil. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan mobil.

“Potongan pajak akan diberikan kepada KBM-R4 dengan kapasitas tersebut dan segmen 4x2 serta 4x4 yang memiliki local purchase di atas 60 persen,” ujar Agus dalam keterangannya belum lama ini.

Adapun pemberian insentif berlaku dalam dua skema, yakni per April sampai Agustus 2021 untuk tahap pertama dan September hingga Desember 2021 pada tahap kedua.

Besaran diskon PPnBM-nya, khusus kendaraan 4x2 di tahap pertama sebesar 50 persen. Sehingga, tarif yang tadinya sebesar 20 persen jadi 10 persen.

Sementara pada kendaraan 4x4, besaran diskon yang diberikan ialah sebesar 25 persen atau dari 40 persen menjadi hanya 30 persen saja.

Kemudian pada tahap kedua, PPnBM yang dipungut pada kendaraan 4x2 ialah 15 persen atau diskon 25 persen. Sedangkan kendaraan 4x4, diskonnya 12,5 persen.

Baca juga: Pemesanan Mobil Baru Melesat 160 Persen berkat Insentif PPnBM

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

"Kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dihadiri Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati," jelas Agus.

“Dari evaluasi, dapat dilihat bahwa program relaksasi PPnBM efektif untuk meningkatkan purchasing power dari masyarakat," lanjutnya.

Terbukti, dari melonjaknya perekonomian atas pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif yang memiliki multiplier effect sepanjang pemberlakuan PPnBM hingga 100 persen pada mobil 1.500 cc ke bawah per Maret 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X