Pemesanan Mobil Baru Melesat 160 Persen berkat Insentif PPnBM

Kompas.com - 27/03/2021, 07:02 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, saat ini kredit konsumen mulai mengalami kenaikan signifikan usai terdampak pandemi Covid-19. Salah satu indikatornya ialah terdapat lonjakan pemesanan mobil baru.

Kesimpulan ini disampaikan seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat dan penerapan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru mulai 1 Maret 2021.

"Kami mendapat informasi dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) bahwa booking mobil baru saat ini melonjak hingga 160 persen," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Diskon PPnBM Mobil 2.500 cc, Sebetulnya Buat Siapa?

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

"Ini menunjukkan sektor otomotif sudah mulai pulih di samping properti," lanjutnya.

Wimboh berharap, bergeliatnya industri otomotif bisa menjadi katalis bagi sektor-sektor lainnya untuk kembali bergerak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu sektor yang diharapkan bisa kembali pulih dalam waktu dekat ini adalah pariwisata, utamanya sektor perhotelan.

Diketahui, bisnis perhotelan menjadi sektor yang paling terdampak oleh pandemi. Apalagi, terdapat kebijakan pembatasan sosial yang membuat wisatawan tidak bisa dan enggan bepergian.

"Kami di OJK bersama pemerintah dan Bank Indonesia akan terus menguatkan koordinasi guna mendorong pemulihan ekonomi nasional," ujar Wimboh.

Baca juga: Efek Insentif PPnBM Belum Dirasakan Perusahaan Leasing

 Ilustrasi penjualan mobil. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan mobil.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk penghapusan PPnBM untuk jenis mobil baru berkapasitas 1.500 cc dengan penggerak 4x2 dan sedan.

Dalam perkembangannya, kebijakan ini diperluas untuk mobil 2.500 cc sehingga dampak atau pengaruh percepatan pemulihan sektor otomotif nasional bisa semakin luas.

Seiring dengan pulihnya sejumlah sektor ekonomi, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun ini akan berada di level 7,5 persen.

Proyeksi tersebut jauh lebih baik dari kondisi 2020, ketika penyaluran kredit perbankan minus hingga 2,41 persen akibat pandemi Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X