Aparat Diharapkan Bisa Tindak Tegas Para Pemalak Sopir Truk

Kompas.com - 26/03/2021, 10:12 WIB
Pelaku perampasan HP kepada supir truk di tol Kemayoran, Jakarta Pusat Akun instagram @jktinfoPelaku perampasan HP kepada supir truk di tol Kemayoran, Jakarta Pusat

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemalakan di jalanan masih kerap terjadi. Korbannya para sopir truk yang sedang melintas. Bermodalkan senjata tajam seperti celurit, pelaku menodong pengemudi truk.

Menyikapi maraknya kejadian tersebut, Bambang Widjanarko selaku Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY, berharap dari pihak berwajib untuk memperbanyak langkah-langkah preventif agar tidak terjadi lagi kejadian pemalakan lagi.

"Pelaku-pelaku itu hanya takut pada patroli aparat seperti Tim Elang atau Tim Rajawali," kata Bambang saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (25/3/2021).

"Harapan kami satu-satunya kan aparat. Tidak mungkin sopir truk dibekali pistol. Tidak mungkin juga diberi kebijakan sopir diperbolehkan melakukan perlawanan. Misal sopir truk dari PT A dibolehkan melawan pemalak. Nanti ditakutkan pemalak ini balas dendamnya ke sopir truk lain," kata Bambang lebih lanjut.

Baca juga: PO Bus Minta Pemerintah Tindak Travel Gelap di Jambi

Potongan video perampasINSTAGRAM/ROMANSASOPIRTRUCK Potongan video perampas

Bambang juga berharap agar kamera CCTV ETLE yang terpasang bisa jadi salah satu sarana preventif agar pelaku pemalak takut untuk beraksi lagi.

Selain kamera CCTV, tidak bisa dipungkiri bahwa patroli aparat memang merupakan cara paling ampuh dalam mencegah terjadinya pemalakan.

Maka dari itu, diharapkan ada penambahan tim-tim aparat yang melakukan patroli. Selain penambahan tim, sebisa mungkin patroli dilakukan lebih sering dengan jadwal yang acak sehingga tidak mudah terendus pelaku pemalakan.

"Pertama kamera CCTV, kedua bentuk tim-tim patroli semacam Tim Elang atau Tim Rajawali. Itu lebih diperbanyak lagi," kata Bambang.

Bambang menceritakan bahwa umumnya sopir truk tidak melaporkan kasus pemalakan karena menganggap sudah jadi risiko pekerjaan.

Pelaporan baru dilakukan jika pemalakan sudah merambat jadi kasus penganiayaan hingga pembunuhan.

Dengan adanya tindakan dari kepolisian, diharapkan para sopir truk tidak perlu lagi bertaruh nyawa di jalanan berhadapan dengan para pelaku pemalakan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X