Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/03/2021, 13:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

MISANO, KOMPAS.com - Rem merupakan komponen krusial dan penting di sepeda motor, apalagi untuk motor balap sekelas MotoGP dan WorldSBK.

Brembo penyedia rem kelas atas mempersembahkan kaliper dan cakram rem baru pada tes MotoGP di Qatar. Rem baru ini lebih tahan panas meski di kondisi ekstrem.

Tapi rupanya bukan hanya di arena MotoGP, Brembo juga melansir rem baru buat dipakai di ajang WorldSBK.

Baca juga: Ungkap Alasan Mengapa Wanita Malas Urus Mobil ke Bengkel

Kaliper rem belakang Valentino Rossi yang didesain khusus untuk modifikasi rem jempol.Brembo.com Kaliper rem belakang Valentino Rossi yang didesain khusus untuk modifikasi rem jempol.

Teknisi Brembo, Franco Zonnedda, rem buat WorldSBK dikembangkan dari versi MotoGP. Tapi teknisnya tetap berbeda karena kebutuhannya berbeda.

"Kaliper rem berasal dari versi MotoGP, tetapi dirancang khusus untuk Kejuaraan Dunia Superbike. Kami yakin bahwa sistem akan bekerja dengan baik," kata Zonnedda mengutip Motorsport-Total.com, Rabu (17/3/2021).

Tes rem baru di WorldSBK pertama kali dicoba oleh Scott Redding menggunakan Ducati.

Baca juga: Sulitnya Menghapus Budaya Lawan Arah Saat Berkendara

Kaliper rem depan terbaru Brembo yang diperkenalkan di MotoGP StyriaCrash.net Kaliper rem depan terbaru Brembo yang diperkenalkan di MotoGP Styria

Sayangnya dalam tes pertama tersebut kondisi dan suhu treknya kurang sempurna, sehingga Redding mengatakan belum bisa membedakan dengan kaliper yang lama.

"Kami memiliki kaliper yang dikembangkan untuk suhu yang lebih tinggi. Tapi kami tidak memiliki 35 derajat untuk merasakan perbedaannya," katanya.

"Performa pengereman identik dan berada pada level tinggi yang biasa. Kami harus menunggu dan melihat cara kerjanya dalam cuaca panas," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com