Sulitnya Menghapus Budaya Lawan Arah Saat Berkendara

Kompas.com - 17/03/2021, 10:02 WIB
Mobil lawan arah instagram.com/dashcamindonesiaMobil lawan arah

JAKARTA, KOMPAS.com - Lawan arah ketika berkendara seolah menjadi lumrah bagi sebagian pengguna jalan. Meski negatif dan melanggar aturan lalu lintas, perilaku tersebut masih saja terjadi hingga tidak jarang berujung konflik antarsesama pengguna jalan.

Seperti contoh video viral yang diunggah oleh akun Instagram @dashcamindonesia. Rekaman tersebut memperlihatkan mobil LCGC yang tertangkap sedang melawan arah dan menghalangi jalan mobil MPV yang akan melintas dari arah berlawanan.

Baca juga: Cara Mudah Merawat Mobil Tanpa Harus ke Bengkel

Menanggapi hal tersebut, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, perilaku melawan arah saat ini bukan sekadar menjadi kebiasaan, melainkan sudah berbentuk budaya.

“Kondisi seperti ini sudah menjadi kultur budaya tersendiri, karena ini dilakukan setiap saat, setiap hari, bahkan sampai bergenerasi. Sebabnya, bisa jadi karena adanya pembiaran,” ucap Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Jusri menjelaskan, untuk menangani masalah ini memang tidak mudah. Selain diperlukan sinergi dari dinas terkait yang ada di bawah Pemprov, sebaiknya dilakukan juga kolaborasi dengan instansi lain untuk membentuk suatu sosialisasi yang berkelanjutan mengenai perilaku negatif saat melawan arah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sosialisasi yang dimaksud jangan hanya seputar pelanggaran lalu lints serta sanksi, tetapi perlu adanya penjabaran mengenai dampak bahaya dari melawan arah, seperti kecelakaan fatal,” ujar Jusri.

Baca juga: Harapan Positif buat PO Bus Pemain Lintas Sumatra

Sementara itu, bila ingin mengubah budaya dengan lebih cepat, salah satunya bisa dilakukan melalui tindakan tegas aparat penegak hukum. Namun, menurut Jusri, cara ini baru akan efektif bila dilakukan secara terus-menerus.

“Tempatkan petugas terkait di lokasi-lokasi yang sering terjadi pelanggaran lalu lintas, lakukan pengawasan khusus. Jadi jangan hanya pagi dan sore dijaga, tapi siang dan malam tidak,” katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.