Honda Berharap Syarat TKDN untuk Insentif PPnBM Turun Jadi 50 Persen

Kompas.com - 17/03/2021, 13:42 WIB
Ilustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasional IstimewaIlustrasi booth Honda dalam ajang otomotif nasional
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar nol persen sudah berjalan sejak 1 Maret 2021, khususnya bagi mobil berkapasitas di bawah 1.500 cc dengan TKDN 70 persen.

Sejauh ini dikabarkan penerimaan atas relaksasi tersebut berjalan positif. Oleh sebab itu, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah mempertimbangkan untuk memberikan insentif PPnBM bagi mobil berkapasitas kurang dari 2.500 cc.

Sri Mulyani mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengkajian dengan tetap bersandar pada patokan TKDN 70 persen.

Baca juga: Catat, Tanpa Pengawalan Mobil Pelat Nomor Dewa Tak Punya Keistimewaan di Jalan

Ilustrasi Pabrik Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat.Otomotifnet Ilustrasi Pabrik Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat.

"Kami dapat arahan dari Presiden, kalau permintaan yang tinggi di atas 1.500 cc asalkan TKDN-nya 70 persen, mungkin bisa kita pertimbangkan," ucap Sri Mulyani, disitat dari Youtube XI DPR RI Channel, ketika melakukan rapat kerja terkait PPnBM (15/3/2021).

Menanggapi hal ini, Bussiness Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy, mengatakan, relaksasi PPnBM pasti bakal meningkatkan penjualan mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebagai masukan, jika skema relaksasi dapat diterapkan untuk segmen yang lebih luas, sebaiknya juga dipertimbangkan kembali mengenai batasan local purchase-nya sebagai syarat,” ujar Billy, kepada Kompas.com (17/3/2021).

Baca juga: Perjuangan Bus di Sumatera, Cerita Langkanya Solar di Lintas Sumatera

Honda CR-V Facelift resmi meluncur di IndonesiaHONDA PROSPECT MOTOR/HPM Honda CR-V Facelift resmi meluncur di Indonesia

Menurut Billy, jika tujuan insentif pajak adalah mendorong pertumbuhan industri, maka pihaknya menilai bahwa dengan menurunkan local purchase ke 50 persen akan memberikan dampak yang lebih besar, terutama bagi UKM dan pemasok lokal.

“Jadi untuk semua segmen, bukan hanya di bawah 2.500 cc saja, namun juga termasuk di bawah 1.500 cc,” tuturnya.

“Dengan demikian, semakin banyak industri penunjang dan pemain otomotif yang mendapatkan dampak positif, bukan hanya mengarah pada segmen atau brand tertentu saja,” kata Billy.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X