Polisi Pakai Helm Berkamera untuk Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Kompas.com - 08/03/2021, 06:38 WIB
Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).
|

SEMARANG, KOMPAS.com - Jajaran Polda Jawa Tengah melengkapi petugas lalu lintas di lapangan dengan menggunakan helm yang dipasangi kamera.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol. Rudy Syafirudin mengatakan, bahwa petugas akan berpatroli dengan memakai helm dengan kamera tersebut mulai Rabu (03/03/21).

Baca juga: Marak Begal, Begini Tips Berkendara Aman di Malam Hari

Jika saat melakukan patroli, kemudian menemukan ada pelanggaran maka petugas akan merekam kemudian menegur pengendara tersebut.

Jajaran Polda Jawa Tengah melengkapi petugas lalu lintas di lapangan dengan menggunakan helm yang dipasangi kamera.Foto: Korlantas Polri Jajaran Polda Jawa Tengah melengkapi petugas lalu lintas di lapangan dengan menggunakan helm yang dipasangi kamera.

Rekaman pelanggaran lalu lintas, selanjutnya akan diproses melalui ETLE. Adapun tilang elektronik di Jawa Tengah akan diluncurkan pada 17 Maret 2021.

“Akan disampaikan kalau yang bersangkutan sudah melanggar lalu lintas dan terekam di kamera. Tidak ada penilangan secara langsung,” jelas Dirlantas mengutip laman resmi Korlantas Polri, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Alternatif ke Bandung, Tol Japek II Selatan Ditargetkan Rampung 2022

Saat ini ada 27 kamera pengawas yang telah dipasang di berbagai titik di Jawa Tengah. Selanjutnya akan diusulkan pemasangan kamera pengawas tambahan di 50 titik yang dibiayai melalui Bapenas.

“Seluruh Jawa Tengah, penindakannya akan berbasis teknologi informasi,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X