Awal Bus Oleng di Indonesia Ternyata Terinspirasi dari Amerika Latin

Kompas.com - 06/03/2021, 08:42 WIB
Bus oleng tribunnews.comBus oleng

JAKARTA, KOMPAS.comBus atau truk oleng saat ini kerap dianggap keren di media sosial. Berbagai orang senang ketika merekam aksi bus dan truk yang oleng lalu diunggah ke media sosial.

Mengolengkan bus atau truk ini biasanya dengan cara pengemudi memutar setir dari kiri ke kanan secara agresif. Dengan begitu, bus memang tetap berjalan lurus, tetapi bodi jadi oleng dan terlihat seperti bergoyang.

Aksi ini memang sebenarnya sangat berbahaya. Namun, selain pengemudinya yang ingin terkenal, para perekam juga turut memprovokasi sopir agar mengolengkan bus atau truk ketika berjalan di jalan raya.

Baca juga: BI Resmi Keluarkan Aturan Pelonggaran Kredit Kendaraan Bermotor

Sebuah video yang menampilkan aksi truk tangki air di Ngawi, Jawa Timur melakukan aksi oleng, viral di media sosial.facebook/kabar ngawi. Sebuah video yang menampilkan aksi truk tangki air di Ngawi, Jawa Timur melakukan aksi oleng, viral di media sosial.

Lalu, sebenarnya sejak kapan kegiatan yang berbahaya ini mulai terkenal di Indonesia?

Anggota Forum Bismania Indonesia Dimas Raditya mengatakan, tren oleng ini ternyata bermula di luar negeri, tepatnya di Amerika Selatan.

Truk di Amerika Selatan sering melakukan aksi oleng ini, baru kemudian di Indonesia. Mulanya juga dari truk, kemudian mulai tren di bus sekitar 2019,” kata Dimas kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Rocky dan Raize Mau Meluncur, Kenapa Honda Luncurkan City Hatchback?

Aksi bus dan truk oleng ini sebenarnya meresahkan. Para pengemudi yang melakukannya tidak paham apa dampak dari melakukan oleng tersebut.

Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, aksi oleng yang dilakukan pengemudi bus dan truk tersebut sangat tidak perlu dilakukan dan membahayakan orang lain.

Potongan video bus senggol trukINSTAGRAM/ROMANSASOPIRTRUCK Potongan video bus senggol truk

“Mereka mengambil risiko yang enggak perlu yang bisa menyebabkan bahaya bagi dirinya dan orang lain. Bahayanya jelas bisa terbalik kendaraannya,” kata Marcell kepada Kompas.com.

Bus dan truk yang tinggi memiliki centre of gravity yang tinggi pula. Sehingga, jika bodi miring sedikit, sebenarnya sangat mudah terguling dan akhirnya terjadi kecelakaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X