Komunitas Xpander Bicara soal Insentif Pajak Mobil Baru

Kompas.com - 06/03/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi Mitsubishi Xpander Cross DOK. MMKSIIlustrasi Mitsubishi Xpander Cross

JAKARTA, KOMPAS.com – Dua produk dari Mitsubishi yakni Xpander dan Xpander Cross dapat menikmati insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen mulai Maret sampai Mei 2021.

Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross sudah memenuhi syarat penikmat PPnBM 0 persen ini. Misalnya seperti memiliki kandungan lokal di atas 70 persen, kubikasi mesin 1.500cc ke bawah dan menggunakan penggerak 4x2.

Untuk banderol Xpander, harga yang ditawarkan jadi lebih murah Rp 14,22 juta hingga Rp 18,3 juta. Adanya insentif pajak ini pun turut dikomentari oleh komunitas pemilik Xpander di Indonesia, yakni Xpander Mitsubishi Owner Club Indonesia (X-MOC).

Baca juga: Harga Motor Trail Maret 2021, Setelah Ada CRF250 Rally Baru

Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT
APHIT McKlein Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT

Ketua Umum X-MOC Indonesia Danny Bastian mengatakan, ada beberapa hal yang dipikirkan bahkan sebelum kebijakan ini keluar. Mulai dari berapa nantinya harga baru Xpander sampai jadi berapa harga jual bekas Xpander.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya berusaha menerka-nerka berapa nanti harga barunya. Sebagai pemilik Xpander juga akan berpikir, nanti harga jual yang punya kita jadi berapa. Pasalnya, ketika harga mobil baru turun, otomatis harga mobil bekas akan ikut (turun),” ucap Danny dalam virtual conference, Jumat (5/3/2021).

Ternyata setelah diumumkan berapa besaran potongan, Danny mengatakan hal ini mungkin akan terasa bagi orang yang membeli mobil secara tunai. Jika melakukan kredit, tidak begitu terasa efeknya bagi pembeli.

Baca juga: Miris, Parodi MotoGP dengan Aksi Kebut-kebutan Bus di Jalan Tol

“Karena hanya merevisi iuran (kredit) dalam angka ratusan ribu rupiah saja. Namun, yang cukup memprihatinkan dari adanya kebijakan ini, adalah pemilik yang terpaksa menjual mobilnya karena situasi pendemi,” kata Danny.

Danny mengatakan, kebijakan ini cukup berpengaruh pada harga mobil bekas. Ada beberapa pemilik Xpander yang mengeluh. Misal, sebelum kebijakan ini keluar, pemilik Xpander masih bisa menjual kendaraannya dalam rentang Rp 170 juta sampai Rp 150 juta.

“Tetapi setelah kebijakan ini digulirkan, ternyata bisa turun cukup signifikan. Kendaraan yang sama  ditawar hanya Rp 150 juta sampai Rp 155 jutaan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.