Ekspor Mobil dari Indonesia Masih Turun di Awal 2021

Kompas.com - 04/03/2021, 13:01 WIB
Ekspor Mobil Toyota Foto: TMMINEkspor Mobil Toyota
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja ekspor mobil buatan Indonesia pada awal tahun masih mencatatkan perlambatan yang cukup signifikan imbas pandemi virus corona alias Covid-19.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pengkapalan secara utuh atau completely built-up (CBU) pada Januari 2021 melambat 19,8 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 25.490 unit.

Hal serupa terjadi pada ekspor komponen mobil, yakni dari 7.496.724 pis jadi 7.240.516 unit (minus 3,4 persen). Kendati begitu, beberapa merek menyatakan kenaikan.

Baca juga: City Hatchback Datang, Honda Jazz Resmi Pensiun

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Beberapa di antaranya ialah Toyota dan DFSK dengan rata-rata positif hingga 90 persen. Sementara ekspor mobil secara terurai alias CKD dan komponen, Toyota, Honda, serta Hino naik sampai 250 persen.

Adapun ekspor mobil paling banyak merupakan buatan Daihatsu yang sebagian besar merek Toyota, yakni sebanyak 7.525 unit. Tetapi, capaian itu sejatinya melemah 40,1 persen dari periode Desember 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian secara berurutan posisi selanjutnya ditempati oleh Toyota (4.704 unit), Mitsubishi Motors (4.602 unit), Suzuki (2.474 unit), Honda (840 unit), dan Hino (185 unit).

Namun demikian, akumulasi tahunan (year-on-year) ekspor mobil CBU pada Januari 2021 berhasil tumbuh 4,2 persen dari 19.631 unit. Hal ini menandakan bahwa permintaan dari luar negeri mulai berangsur pulih.

Baca juga: PPnBM Mobil Baru 0 Persen, Ini Tips Jual Mobil via Online

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Tren serupa juga terjadi untuk ekspor CKD dan komponen yang masing-masing naik 68,8 persen serta 43,3 persen. Berikut rinciannya;

Ekspor mobil secara CBU per-Januari 2021:

Daihatsu: 7.525 unit
Toyota: 4.704 unit
Mitsubishi Motors: 4.602 unit
Suzuki: 4.602 unit
Honda: 840 unit
Hino: 185 unit
Hyundai: 116 unit
DFSK: 8 unit

Ekspor mobil secara CKD per-Januari 2021:

Toyota: 6.050 unit
Suzuki: 948 unit
Mitsubishi Motors: 540 unit
DFSK: 78 unit

Ekspor komponen mobil per-Januari 2021:

Toyota: 5.943.494 pis
Honda: 1.137.075 pis
Hino: 148.951 pis
Suzuki: 10.996 pis



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X