Ada Diskon Pajak, Begini Cara Cicil Mobil Aman Tanpa Kredit Macet

Kompas.com - 02/03/2021, 09:02 WIB
Konsumen mobil bergerak ke arah lifestyle, lebih dinamis dan personal. HPMKonsumen mobil bergerak ke arah lifestyle, lebih dinamis dan personal.

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan mobil baru sedang dipermudah pemerintah guna mendorong pertumbuhan industri otomotif dan ekonomi nasional. Sejumlah keuntungan diberikan, mulai dari DP 0 persen sampai insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Kebijakan ini tentu jadi pilihan menarik bagi konsumen yang hendak membeli mobil secara dicicil. Namun kondisi pandemi yang terjadi sejak tahun lalu, tentu mempengaruhi keuangan masyarakat.

Budi Raharjo, Direktur dan Senior Partner OneShildt Financial Planning, mengatakan, di balik kemudahan kepemilikan mobil tentu ada konsekuensi di belakangnya.

Baca juga: Inden Toyota Raize Mulai Dibuka, Simak Estimasi Harganya

Ilustrasi membeli mobilistimewa Ilustrasi membeli mobil

Dengan DP 0 persen misalnya, konsumen jadi harus mencicil dengan tenor lebih panjang atau mendapatkan bunga yang lebih besar.

“Oleh sebab itu, sebaiknya tetap usahakan kasih uang muka. Calon konsumen bisa menabung dulu di awal untuk pembayaran DP,” ujar Budi, kepada Kompas.com (1/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“DP biasanya 20 persen dari harga jual mobil atau sebisa mungkin lebih besar, kemudian sisihkan 15-20 persen dari total penghasilan per bulan untuk melunasi kewajiban,” katanya.

Baca juga: Cuma 21 Mobil yang Dapat Insentif Pajak 0 Persen, Ini Daftarnya

Suasana booth Toyota di IIMS 2017.TAM Suasana booth Toyota di IIMS 2017.

Budi mengilustrasikan, misalnya gaji Anda Rp 7 juta, artinya cicilan yang aman tiap bulannya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,4 juta. Jika lebih besar tentu akan mempengaruhi cashflow Anda tiap bulannya.

Selain itu, konsumen juga disarankan mengambil jangka waktu cicilan atau tenor maksimal 3 tahun atau 36 kali.

Sebab biaya pemakaian mobil semakin lama akan membesar, terutama untuk biaya perawatan, pajak, dan lainnya.

“Tapi kalau mobil dipakai untuk usaha atau taksi online, enggak masalah tenornya panjang. Soalnya pendapatan dari usaha tersebut dapat menutupi pengeluaran dari mobil,” kata Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.