Beli Mobil Baru Bisa DP 0 Persen, Toyota Tunggu Paket Pembiayaan dari Bank dan Leasing

Kompas.com - 19/02/2021, 13:02 WIB
Suasana booth Toyota di GIIAS 2017 Makassar. GIIASSuasana booth Toyota di GIIAS 2017 Makassar.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Usai memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), pemerintah melalui Bank Indonesia turut merilis keringanan kredit dengan DP 0 persen pada Kamis (18/2/2021).

Hal ini jadi strategi pemerintah untuk meningkatkan lagi pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui industri otomotif yang punya peran penting dalam mengakselerasi pemulihan nasional.

Beragam insentif fiskal yang diberikan pemerintah sedikit banyak akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

Baca juga: Jangan Mengamuk, Begini Adab yang Benar Ketika Ditilang Polisi

Auto2000 Glodok PlazaKOMPAS.com/Ruly Auto2000 Glodok Plaza

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, mengatakan, pihaknya menyambut baik bantuan yang diberikan pemerintah.

“Tentu kebijakan ini dikeluarkan untuk stimulasi pasar juga,” ujar Anton, kepada Kompas.com (19/2/2021).

Meski begitu, Anton belum bisa memastikan apakah konsumen mobil baru sudah bisa menikmati program pembiayaan dengan DP 0 persen atau belum.

Baca juga: Model Baru Siap Meluncur, Simak Daftar Harga Honda CR-V Bekas

Ilustrasi kredit mobilistimewa Ilustrasi kredit mobil

“Saat ini, kami menunggu bagaimana tindak lanjut dari bank atau leasing company, paket seperti apa yang akan diluncurkan,” katanya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) secara resmi telah melonggarkan ketentuan uang muka kredit alias down payment (DP) menjadi paling sedikit 0 persen untuk pembelian sepeda motor dan mobil baru.

Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam konferensi virtual mengatakan, aturan ini akan mulai berlaku pada 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Baca juga: CR-V Facelift Siap Meluncur, Diskon Model Lama Tembus Rp 20 Juta

Toyota Rush laris manis di pasar domestik maupu mancanegaraTAM Toyota Rush laris manis di pasar domestik maupu mancanegara

Menurut Perry, stimulus ini diberikan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Pemberian insentif fiskal ini sejalan dengan upaya untuk terus mendorong pemulihan ekonomi dan menyikapi perkembangan baik global maupun domestik.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X