Akselerasi Industri Kendaraan Listrik Nasional Harus Berjalan Kompak

Kompas.com - 19/02/2021, 12:01 WIB
Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETSIlustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Nasional, Agus Tjahajana mengatakan bahwa terdapat tantangan besar terkait rencana pembentukan industri baterai kendaraan bermotor listrik di dalam negeri.

Terkhusus, di sektor hulu tepatnya saat pembangunan fasilitas pemurnian atau refinery karena memakan waktu cukup lama yakni empat tahun. Lalu setelahnya, mengenai pembuatan cell baterai.

"Bila dihitung dari tahun ini, maka kira-kira pada 2025 kita bisa berhasil memproduksi baterai kendaraan listrik. Jadi perlu fokus agar mencapai ke sana," katanya dalam diskusi virtual, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Lisrik Nasional

Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).DOK. LEXUS INDONESIA Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).

Berdasarkan masalah tadi, lanjut Agus, maka proses pencarian mitra jadi penting untuk mencapai tujuan bersama pada industri baterai kendaraan listrik.

Nantinya, calon mitra tersebut akan membentuk perusahaan patungan atau joint venture dengan perusahaan BUMN sejenis yang terdiri dari PT Aneka Tambang Tbk, MIND ID, PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemerintah RI Buka Peluang Kemitraan Baterai Kendaraan Listrik Nasional

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur penunjang kendaraan listrik juga harus dilakukan secara beriringan.

Ia lantas mengapresiasi langkah Pertamina dan PLN yang sudah memberi dukungan dengan baik melalui penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Seluruh proses penyiapan investasi proyek baterai kendaraan listrik dan penyiapan infrastruktur pendukung harus dilakukan sekarang dan beriringan,” imbuh dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X