Kompas.com - 18/02/2021, 13:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, banyak sekali kasus orang mengamuk ketika ditilang. Mulai dari menghancurkan kendaraan sendiri sampai memaki-maki petugas kepolisian.

Padahal, dalam berlalu lintas dan kewenangan petugas saat melaksanakan tugas di jalan raya, sudah diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta ketentuan pidananya.

Baca juga: Selama PSBB Tahap Dua, Pelanggar Lalu Lintas Tetap Ditilang?

Pasal 104 ayat 3, pengguna jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas Kepolisian Negara RI.
Pasal 265 ayat 3 untuk melaksanakan pemeriksaan kendaraan bermotor, petugas kepolisian berwenang untuk:
a. menghentikan kendaraan di jalan,
b. meminta keterangan kepada pengemudi,
c. melakukan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.

Polisi merazia pengemudi mobil di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat dalam rangka Operasi Patuh Jaya 2020.Dok. Polres Metro Depok Polisi merazia pengemudi mobil di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat dalam rangka Operasi Patuh Jaya 2020.

Budiyanto, pemerhati transportasi, mengatakan, setiap warga negera memiliki kedudukan hukum yang sama.

"Seharusnya, sebagai warna negara yang baik (pengemudi) saat diberhentikan petugas kepolisian, harusnya mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas sebagaimana sudah diatur dalam UU. Jangan kemudian malah mengumpat kepada petugas," ujar Budiyanto, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Budiyanto menambahkan, pengemudi yang tidak mematuhi perintah petugas merupakan pelanggaran lalu lintas yang diatur dalam pasal 282.

Baca juga: Ramai Truk Overload Ditilang Lewat Setruk Tol, Begini Penjelasannya

"Setiap pengguna jalan yang tidak mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas Kepolisian Negara Ri, dipidana dengan pidana kurungan satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratur lima puluh ribu rupiah)," tulis Pasal 282.

Budiyanto mengatakan, apabila ada pelanggaran lain pada saat dilakukan pemeriksaan dapat juga dikenakan tambahan pasal yang lain.

"Jika pelanggar melawan atau mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, dapat dikenakan pidana umum. Petugasnya dapat membuat laporan polisi, untuk bisa ditindak lanjuti," kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.