Pindah Lajur di Tol Ada Etikanya, Bukan Asal Potong

Kompas.com - 06/02/2021, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi kecelakaan yang melibatkan truk dan bus di jalan tol. Bus di lajur kanan dalam kecepatan tinggi tidak bisa menghindari truk yang tiba-tiba pindah lajur dari kiri ke kanan.

Walaupun bus sudah berusaha mengurangi kecepatan dengan mengerem, tabrakan tetap tidak bisa dihindari. Selain itu, sopir truk nampaknya kurang memerhatikan kondisi di belakangnya sebelum pindah lajur.

Kejadian pindah lajur di jalan tol dengan tidak aman atau tiba-tiba ini juga tidak hanya dilakukan oleh sopir truk. Masih sering ditemui pengemudi mobil penumpang yang memiliki perilaku seperti itu, selama ada celah, langsung main masuk ke lajur lain.

Baca juga: Ini Kriteria Kendaraan Kebal Ganjil Genap di Bogor Saat Akhir Pekan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, perlu diingat, ketika mau pindah lajur, pengemudi harus meminta izin dengan menyalakan lampu sein. Jangan pindah lajur sebelum diberi ruang dan kesempatan.

“Langkahnya, pertama lihat spion, pastikan aman dan tidak mengagetkan pengemudi di belakang. Kedua, nyalakan lampu sein dan tunggu diberi kesempatan,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (5/2/2021).

Kemudian, pindah lajur dengan halus dan sudut setir tumpul. Artinya berpindah lajur tidak agresif karena bisa menghilangkan keseimbangan dari kendaraan. Lalu, sesuaikan kecepatan dengan aturannya.

Baca juga: Volvo Rilis Bus Tingkat Terbaru dengan Tinggi 4 Meter

“Sesuai aturan, asumsinya di jalan tol, lajur kiri 60 kpj, tengah 80 kpj, dan kanan 100 kpj, sesuaikan kecepatannya,” kata Sony.

Terakhir, jika pindah lajur tujuannya untuk mendahului, biasakan tidak terlalu lama. Cukup menyalip dalam 20 detik sampai 30 detik, setelah itu kembali ke lajur awal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.