Mulai Pekan Depan, Hanya Kendaraan Tertentu yang Bisa Lewat Kota Tua

Kompas.com - 05/02/2021, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai 8 Februari 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub), bakal menerapkan Kawasan Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ) di Kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Utara.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penerapan LEZ pada tahap kedua merupakan lanjutan dari sebelumnya yang akan diterapkan selama 24 jam penuh.

"Area penerapan Kawasan Rendah Emisi masih sama seperti sebelumnya. Kendaraan pribadi, angkutan barang, dan angkutan umun non-Transjakarta tidak diberkenankan melalui ruas jalan LEZ, dengan pengecualian yang telah diatur," kata Syafrin dalam keterangan resminya, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Apa Kabar Sanksi Disinsentif Parkir Uji Emisi Kendaraan ?

Menurut Syafrin, pengecualian hanya diberikan kepada kendaraan tertentu, yakni kendaraan yang telah lulus uji emisi dengan stiker bagi kendaraan tertentu yang operasionalnya tidak dapat digantikan dengan kendaraan lain.

Ilustrasi emisi kendaraan.jillseymourukip.org Ilustrasi emisi kendaraan.

Sementara itu, untuk kegiatan loading dan unloading logistik atau barang, dipusatkan di Jalan Kalibesar Timur sisi Selatan tanpa ada batas waktu.

Kawasan LEZ sendiri menurut Syafrin tidak berubah, masih meliputi Jl. Pintu Besar Utara - Jl. Kalibesar Barat sisi Selatan - Jl. Kunir sisi Selatan - Jl. Kemukus - Jl. Ketumbar - Jalan Lada.

Nantinya, pada tahap ketiga saat Jl. Lada sisi selatan telah mulai dibangun menjadi Pedestrian Plaza, maka arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jl. Lada sisi Selatan Bank Mandiri. Serta tahap lanjutan, Jl. Pintu Besar Utara – Jl. Kalibesar Barat sisi selatan – Jl. Kunir sisi selatan – Jl. Kemukus – Jl. Ketumbar – Jl. Lada sisi utara – Jl. Lada selatan Bank Mandiri – Jl. Pintu Besar Selatan.

Penerapan uji coba Kawasan Rendah Emisi atau LEZ sendiri sudah diberlakukan sejak 18 hingga 23 Desember 2020. Penerapan di Kawasan Kota Tua karena daerah tersebut merupakan lokasi objek revitalisasi kawasan besar dengan demand pariwisata tinggi.

Baca juga: Kota Tua Resmi Menjadi Kawasan Rendah Emisi, Tak Semua Kendaraan Boleh Lewat

Langit biru terlihat dari kawasan Kota Tua Jakarta, Rabu (8/4/2020). Sepinya aktivitas warga Ibu Kota karena pembatasan sosial membuat langit Jakarta  cerah dengan tingkat polusi yang rendah.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Langit biru terlihat dari kawasan Kota Tua Jakarta, Rabu (8/4/2020). Sepinya aktivitas warga Ibu Kota karena pembatasan sosial membuat langit Jakarta cerah dengan tingkat polusi yang rendah.

Konsep penataan yang baik akan semakin mendorong masyarakat semakin tertarik untuk mengunjungi Kawasan Kota Tua. Selain itu, dengan tingginya aktivitas masyarakat di dalam Kawasan Kota Tua, maka jaminan penyediaan kualitas udara yang baik menjadi mandat yang perlu dilaksanakan Pemerintah.

"Kualitas udara yang baik juga ikut melindungi kondisi bangunan cagar budaya yang banyak terdapat di kawasan wisata Kota Tua," kata Syafrin.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.