Bak Pebalap MotoGP, Lowside dan Highside Juga Terjadi di Jalan Raya

Kompas.com - 27/01/2021, 11:02 WIB
Dimas Ekky mengalami highside pada FP3 di sirkuit Le Mans, Prancis. motogp.comDimas Ekky mengalami highside pada FP3 di sirkuit Le Mans, Prancis.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika menonton balapan MotoGP, tidak jarang pebalap mengalami crash atau jatuh. Biasanya ada dua jenis jatuh yang kerap dialami para pebalap, yaitu lowside dan highside.

Highside terjadi saat ban belakang meluncur ke sisi yang berlawanan dan kembali mendapatkan cengekeramannya sehingga motor dan pengendaranya bisa terpelanting. Sedangkan lowside terjadi ketika ban depan kehilangan cengkeramannya ke aspal saat menikung.

Dua jenis jatuh dari motor ini ternyata tidak hanya dialami pebalap di sirkuit, namun bisa juga dialami oleh pengendara motor biasa. Tentu saja ada beberapa hal yang bisa menyebabkan pengendara motor mengalami hal tersebut.

Baca juga: Merasakan Kenyamanan Interior Toyota Fortuner Facelift

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TOKO KELONTONG (@hujatbaper)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, penyebab terjadinya lowside dan highside di jalan raya adalah kondisi jalan yang beragam seperti jalan licin, berpasir, ceceran oli. Selain itu juga disebabkan kesalahan pengoperasian motor oleh pengendara.

“Misalnya menarik rem depan terlalu dalam saat kondisi motor miring, sehingga ban depan selip dan tergelincir,” ucap Agus kepada Kompas.com, belum lama ini.

Sedangkan kalau penyebab dari highside adalah pengendara motor yang terlalu awal membuka gas yang mendadak ketika menikung. Posisi motor masih miring dan gas dibuka secara mendadak, membuat roda belakang tidak stabil.

Baca juga: Tenang, Tilang Uji Emisi Kendaraan Belum Berlaku

Kemampuan Marc Marquez menyelamatkan motornya dikagumi para rivalnya.motogp.com Kemampuan Marc Marquez menyelamatkan motornya dikagumi para rivalnya.

“Selain itu, bisa juga karena rem belakang yang terlalu kuat. Saat rem belakang terlalu kuat, ketika pengendara ingin kembali mendirikan motornya justru malah terlempar karena kondisi motor yang goyang,” kata Agus.

Terakhir, kesalahan gaya menikung di jalan raya juga bisa menjadi penyebab lowside dan highside. Misalnya saat di jalan raya, jangan gunakan gaya line in the bike, di mana postur badan lebih miring dibanding motor.

Gaya menikung yang benar saat di jalan raya yaitu line with the bike atau postur pengendara yang sejajar dengan motor. Agus mengatakan, ketika menggunakan postur yang benar saat berkendara, maka kecelakaan seperti lowside atau higside bisa diminimalisir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.