Ternyata Ada Oli Mobil Diesel yang Boleh Digunakan Mesin Bensin

Kompas.com - 27/01/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC SHUTTERSTOCKIlustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada dasarnya oli mesin mobil memiliki spesifikasi tersendiri, menyesuaikan dengan karakter mesin kendaraan. Beda tipe, maka jenis pelumas yang digunakannya pun juga akan lain.

Pabrikan pembuat pelumas tentunya sudah memperhitungkan secara detail agar produknya sesuai dengan karakter jantung pacu yang akan menggunakannya. Misalkan pelumas untuk mobil bensin akan berbeda dengan oli yang diperuntukkan mobil dengan mesin diesel.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, ada perbedaan spesifikasi antara pelumas untuk mesin bensin dengan mobil diesel. Perbedaan ini ditandai dari kode yang ada pada kemasannya.

Baca juga: Human Error, Jadi Penyebab Utama Kecelakaan di Jalan Tol

Untuk mobil dengan mesin bensin menggunakan pelumas dengan kode huruf awal S (service) atau spark plug ignition. Artinya, oli tersebut digunakan untuk dapur pacu yang menggunakan busi atau mesin bensin.

“Misalkan untuk mesin bensin harus menggunakan kode dengan huruf awalan S. Misalkan API SA, SB, SC dan seterusnya. Semakin tinggi abjadnya akan semakin bagus, contohnya SF,” ujar Didi kepada Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Dua produk oli yang memiliki kadar kekentalan yang berbeda. Terlihat dari kode SAR yang tertera di kemasan.Kompas.com/Alsadad Rudi Dua produk oli yang memiliki kadar kekentalan yang berbeda. Terlihat dari kode SAR yang tertera di kemasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Didi melanjutkan, sedangkan untuk oli mobil dengan mesin diesel menggunakan jenis pelumas yang berbeda. Oli untuk mobil dengan dapur pacu diesel ditandai dengan huruf awal C atau Commercial.

“Untuk mesin diesel menggunakan pelumas dengan kode C. Misalkan API CA, CD, dan seterusnya,” katanya.

Dengan adanya spesifikasi dan peruntukannya yang berbeda ini, sudah jelas bahwa pelumas tidak bisa sembarang digunakan untuk mesin yang tidak sesuai.

Baca juga: Jangan Lama-lama Berdekatan dengan Truk atau Bus, Bahaya

“Misal oli untuk mesin bensin digunakan untuk mesin diesel tentu tidak cocok. Mesin akan kasar atau berat saat dikendarai. Kecuali pakai oli yang memang diperuntukan buat bensin dan diesel atau double grade,” kata Didi.

Menurutnya, pelumas dengan jenis tersebut bisa digunakan untuk mobil jenis bensin maupun diesel. Untuk mengetahui oli termasuk double grade atau tidak bisa dilihat dari kemasannya. Biasanya jika dalam kemasan oli double grade akan ada dua kode yakni API SN/CF.

“Kode tersebut menunjukan jika pelumas bisa digunakan untuk mesin bensin maupun diesel,” ucap Didi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X