Ingat Lagi Bahaya Main Ponsel Saat Isi Bensin

Kompas.com - 18/01/2021, 11:35 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU), pasti Anda sering melihat larangan untuk menggunakan handphone atau gawai. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang abai dan tidak paham mengenai larangan tersebut.

Tidak sedikit yang berpikir bahwa menggunakan gawai saat mengisi BBM bisa mengganggu alat pada meisn atau dispenser. Namun, tidak sedikit pula yang berpikir bahwa menggunakan gawai bisa memicu kebarakan. Lantas, benarkah hal tersebut?

Baca juga: APAR Jangan Hanya Jadi Aksesori di Mobil, Perlu Ada Pelatihan Penggunaannya

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka, Paimin, menjelaskan bahwa menggunakan handphone (HP) atau ponsel di area SPBU memang berpotensi menyebabkan tejadinya kebakaran.

“Sesuai dengan standar keselamatan kerja memang tidak boleh memainkan ponsel di SPBU karena bisa membahayakan konsumen dan pengendara lainnya,” ujar Paimin saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/1/2021).

Mobil terbakar di SPBU Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (1/10/2020).Dok.Polres Kediri Mobil terbakar di SPBU Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (1/10/2020).

Potensi kebakaran itu berhasil dari elektrik statis. Hal ini karena saat melakukan pengisian, uap bensin keluar dari nozzle. Jika uap tersebut terkena sumber panas bisa memicu terjadinya kebakaran.

Namun, Paimin menambahkan, memang belum ada riset terkait hal tersebut. Tetapi dengan adanya listrik statis pada handphone disebut bisa memicu terjadinya kebakaran.

Baca juga: Aturan Mobil Baru Wajib Dilengkapi APAR, Ini Kata Pengamat Transportasi

Terlebih lagi, area SPBU merupakan area yang rawan terjadinya kebakaran. Maka dari itu, setiap SPBU terdapat larangan agar konsumen tidak menggunakan gawai selama pengisian berlangsung.

“Kalau investigasi mengenai bermain handphone bisa menyebabkan kebakaran di SPBU memang belum ada, namun sempat beberapa kali terjadi kasus kebakaran di SPBU yang disebabkan oleh listrik statis saat melakukan pengisian,” kata Paimin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X