Penyebab Truk Kerap Terguling di Jalanan

Kompas.com - 18/01/2021, 09:22 WIB
Truk boks bermuatan sembako terguling di Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2020). Petugas evakuasi menyebutkan truk berbobot 13 ton itu mengangkut sembako untuk dipasok menuju minimarket di Jakarta. 
ANTARA/HO-Damkar JaktimTruk boks bermuatan sembako terguling di Jalan Raya Pondok Gede, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (5/4/2020). Petugas evakuasi menyebutkan truk berbobot 13 ton itu mengangkut sembako untuk dipasok menuju minimarket di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan truk terguling kerap terjadi di jalanan. Truk mengalami kecelakaan tunggal dan bodi truk yang terbalik kadang menutup jalan sehingga mengganggu lalu lintas.

Lalu mengapa truk dengan beban muatan yang cukup besar ini sangat rawan untuk terguling?

Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, truk yang mudah terguling ini disebabkan pusat gravitasinya yang tinggi berbeda dengan mobil lain pada umumnya.

Baca juga: Kabar Baru Soal Daihatsu Rocky di Indonesia, Tahun Ini Lahir?

Toyota Alphard tabrak truk terguling di JORRhttps://ntmcpolri.info/ Toyota Alphard tabrak truk terguling di JORR

Pusat gravitasi truk yang tinggi membuat pengemudi butuh keahlian khusus untuk mengatur kecepatan saat bermanuver,” kata Marcell kepada Kompas.com, Minggu (17/1/2021).

Perilaku pengemudi truk juga nampaknya masih belum bisa mengubah gaya mengemudinya. Bisa jadi mereka menganggap mengemudikan truk sama saja dengan kendaraan kecil, sehingga melupakan kalau truk sangat mudah oleng.

“Selain kurang keahlian tadi, bisa juga pengemudi mengambil risiko seperti aksi oleng yang biasa mereka lakukan,” kata Marcell.

Baca juga: Mengenal Istilah Masuk Angin pada Mobil Diesel dan Penyebabnya

Marcell menjelaskan, saat mobil menikung, muncul gaya sentrifugal karena adanya gerak melingkar dari gerakan kendaraan. Efeknya, bobot kendaraan berpindah ke sisi berlawanan dari arah berbelok.

“Apalagi bila truk tersebut over dimension over loading (ODOL), lebih sulit untuk dikendalikan. Semakin tinggi dimensi truk, gaya sentrifugal akan makin besar,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X