Pandemi Covid-19 Masih Melanda, Susunan Kursi Bus 1-1-1 Mulai Diminati

Kompas.com - 18/01/2021, 08:02 WIB
Kabin bus AKAP PO Sumber Alam Karoseri LaksanaKabin bus AKAP PO Sumber Alam

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 masih saja melanda Indonesia. Berbagai pembatasan dilakukan pada beberapa sektor, misalnya pada transportasi darat. Bus tidak boleh diisi penuh untuk menjaga jarak antar penumpangnya.

Salah satu solusi yang ditawarkan karoseri di Indonesia untuk menjaga jarak aman antar penumpang yaitu dengan mengubah susunan kursi. Biasanya susunan kursi ada tiga di kanan dan dua di kiri (3-2) atau 2-2, namun sekarang ada konfigurasi baru yaitu 1-1-1.

Dengan susunan baru ini, penumpang tidak berdempetan dan berjarak dengan penumpang lainnya. Beberapa PO bus pun mulai mempertimbangkan susunan kursi ini dipasang pada kendaraan.

Baca juga: Pemintaan Turun, Xenia Tak Lagi Jadi Tulang Punggung Daihatsu

Kabin bus AKAP PO BorlindoGerry Adrian/New Armada Jatibaru Kabin bus AKAP PO Borlindo

Salah satu karoseri yang menjadi pelopor susunan kursi 1-1-1 di Indonesia adalah Laksana. Sampai saat ini, ada saja PO bus yang ingin mengubah susunan kursi di kabinnya menjadi 1-1-1.

“Tetap ada beberapa PO bus yang ubah ke susunan 1-1-1. Namun kalau buat dari baru, jarang sekali di masa pandemi ini,” ucap Export Manager karoseri Laksana Werry Yulianto kepada Kompas.com, Minggu (17/1/2021).

Susunan kursi 1-1-1 ini memang cukup mudah diaplikasikan, karoseri tinggal menambah rel kursi untuk kursi di bagian tengah. Selain itu, susunan kursi bisa dikembalikan ke 2-2 atau 3-2 untuk menampung penumpang lebih banyak.

Baca juga: Tantangan Motor Listrik Universitas Budi Luhur Bila Diproduksi Massal

Selain susunan kursi 1-1-1, karoseri Laksana juga terkahir membuat prototipe Bio Safe & Smart Bus. Secara umum, sirkulasi udara di kabin bus diubah dengan posisi inlet AC bus yang ada di bawah, sehingga udara bergerak dari atas ke bawah.

“Sementara ini masih PO Sumber Alam saja yang memiliki prototipe tersebut. Selain itu sudah ada PO bus yang minta penawaran harga ke kami,” kata Werry.

Bagi yang berminat untuk memasang model sirkulasi udara terbaru ini, bisa siapkan dana Rp 60 jutaan. Namun belum termasuk sistem pendingin kabin atau AC, hanya pemasangan HEPA System dan ducting.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X