Kronologi Razia Knalpot, Warga Kesal Banyak yang Sunmori tapi Enggak Jajan

Kompas.com - 06/01/2021, 08:31 WIB
Razia knalpot racing menjelang malam natal dan tahun baru 2019, pengendara copot langsung di lokasi KOMPAS.ComRazia knalpot racing menjelang malam natal dan tahun baru 2019, pengendara copot langsung di lokasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Razia knalpot racing yang digelar di daerah Ciater, Jawa Barat, menjadi viral. Latar belakang razia knalpot ini diyakini karena tradisi sunday morning ride (Sunmori) di daerah tersebut.

Ronald Sinaga, penghobi roda dua dan pemilik Dunia Motor, mengatakan, tradisi Sunmori di daerah tersebut setahun terakhir ini sudah berbeda dari beberapa tahun lalu, sudah lebih barbar.

Baca juga: Video Viral Razia Knalpot Bising, Langsung Dirusak di Tempat

"Ada satu warung yang kesal kalau Sabtu dan Minggu, karena di depan warungnya rata-rata bisa dibilang hampir dijamin itu anak-anak SMP dan SMA yang tidak punya SIM," ujar pria yang akrab disapa Bro Ron, dalam unggahannya di media sosial.

Razia knalpot racing pada pengguna motor di BandungIstimewa Razia knalpot racing pada pengguna motor di Bandung

Bro Ron menambahkan, jadi para pengendara motor ini parkir ramai-ramai di satu warung, tapi yang jajan hanya dua atau tiga orang. Lalu, kejadian itu berlangsung terlalu sering.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka melihat yang lain-lain mondar-mandir, ikutan juga, keluar dari parkir, ngegas. Temannya senang, difotoin, lalu balik lagi parkir," kata Bro Ron.

Baca juga: Razia Knalpot Langsung Dirusak di Tempat, Ini Kata Produsen Knalpot

Jadi, pedagang di sana kesal karena parkirannya sering penuh tapi tidak ada yang jajan. Tak jarang juga terjadi kebut-kebutan dan kecelakaan di daerah tersebut, karena banyak yang cornering atau menikung layaknya pebalap.

Sehingga, banyak warga yang melapor ke pihak kepolisian setempat agar dilakukan tindakan. Sayangnya, giat razia yang digelar dinilai berlebihan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by '????????????????'channel (@e_p_p_b)

Sebab, banyak pengendara yang menggunakan knalpot racing dan hanya melintas di daerah tersebut jadi korbannya dengan dirusak knalpotnya. Padahal, belum tentu juga knalpotnya melanggar aturan.

Leopold Sudaryono, praktisi hukum dan pengajar di Kiriminologi Universitas Indonesia (UI), jika mengalami kerugian akibat tindakan pengrusakan dan hukuman fisik, pihak yang dirugikan bisa melaporkan kepada divisi Propam dan Kompolnas (untuk tidakan petugas) dan kepada SPK Kepolisian setempat untuk tindakan oleh warga.

Baca juga: Motor Pakai Knalpot Racing, Jangan Marah Kalau Ditilang

"Tapi, di sisi lain kalau ini kejadiannnya di Lembang-Ciater kita juga harus mengecek tradisi Sunmori di sana yang lama dikeluhkan warga, karena menyebabkan kecelakaan dan menimbulkan korban cukup sering, sampai warga dan kepolisian melakukan sweeping," ujar Leopold.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X