Strategi Baru Hyundai Indonesia, Gelar Pameran Digital

Kompas.com - 30/12/2020, 14:01 WIB
Review Hyundai Kona Electric. SUV berpenggerak listrik dari Hyundai dengan banderol Rp 600 juta-an Kompas.com / SETYO ADIReview Hyundai Kona Electric. SUV berpenggerak listrik dari Hyundai dengan banderol Rp 600 juta-an
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini pemanfaatan media digital di Indonesia tengah mengalami perkembangan pesat seiring berubahnya berbagai pola aktivitas masyarakat imbas pandemi virus corona alias Covid-19.

Tanpa harus keluar rumah dan berkerumun, beragam kebutuhan dapat dilakukan secara cepat serta luas, tak terkecuali pada hal-hal yang berkaitan dengan sektor otomotif.

Mulai dari belanja, berjualan, sampai mengikuti pameran dapat dilakukan secara daring. Para produsen dan agen pemegang merek pun tak ayal memperluas layanan untuk menyajikan hal terkait agar lebih nyaman dan mudah.

Baca juga: Berapa Lama Durasi Aman Saat Mengemudi Jarak Jauh?

Ilustrasi: Hyundai Kona Electric(Dok. Hyundai) Ilustrasi: Hyundai Kona Electric

"Saat ini bisa dibilang digital merupakan salah satu approach yang dianggap paling aman dan bisa menyentuh berbagai kalangan secara luas serta cepat," kata GM Marketing Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Astrid A Wijaya belum lama ini.

"Hanya saja, rasa yang dilakukan berbeda (dengan pendekatan offline). Kedekatan kepada pihak terkahit khususnya konsumen tidak dalam. Jadi untuk tahun depan, kita mengharapkan bisa menggelar acara offline," lanjutnya.

Untuk diketahui, jelang penghujung tahun Hyundai Indonesia menggelar pameran dengan memanfaatkan digital bertajuk Hyundai Virtual Motor Show. Pameran dilaksanakan selama 10 hari, 11-20 Desember 2020.

Baca juga: Ridwan Kamil Pakai Hyundai Ioniq dan Kona EV

"Selama pameran, respons masyarakat sangat baik. Kita mendapatkan sekitar 153 ribu pengunjung. Traffic-nya naik tinggi ketika cover Hyundai Palisade mulai dibuka," ujar Astrid.

"Oleh karenanya, digitasi itu penting bagi kami karena keterjangkauan yang luas dan cepat, khususnya pada tahun ini mengingat berbagai aktivitas dibatasi. Kita butuh digitasi. Tapi, feeling deep-nya berbeda dengan kegiatan offline," tutup Managing Director HMID Makmur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X