Berapa Lama Durasi Aman Saat Mengemudi Jarak Jauh?

Kompas.com - 30/12/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi berkendara di tol trans jawa dok.HPMIlustrasi berkendara di tol trans jawa

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit pemilik kendaraan yang memutuskan untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi saat musim libur natal dan tahun baru.

Akses tol Trans Jawa yang sudah tersambung, Trans Sumatera yang mulai beroperasi, termasuk tol layang Jakarta-Cikampek, membuat liburan menggunakan mobil pribadi jadi pilihan utama. Mengingat kondisi pandemi masih berlangsung di dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Ridwan Kamil Pakai Hyundai Ioniq dan Kona EV

Meski begitu, pengemudi tetap butuh manajemen perjalanan waktu yang baik untuk liburan yang biasanya berjarak tempuh jauh. Sebab, sebagai sopir tunggal tanpa pengganti, menyetir terus menerus tanpa bergantian berisiko tinggi.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, jika durasi maksimal bagi manusia berada di balik kemudi mobil, disarankan 3 jam.

“Mau jalananya lancar atau macet, sebaiknya setiap 3 jam kita melakukan istirahat. Karena jika lebih dari 3 jam, pengemudi akan merasa lelah dan jenuh, yang bisa membuat hilangnya konsentrasi,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Ilustrasi macetchat9780 Ilustrasi macet

Jusri melanjutkan, bagi yang melakukan perjalanan lewat tol, wajib istirahat di rest area. Hindari berhenti sembarangan di bahu jalan, karena berbahaya bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Selama beristirahat, pengemudi bisa melakukan aktivitas ringan seperti melakukan perenggangan atau berjalan-jalan di sekitar rest area. Bisa juga dengan Shalat, makan, atau tidur sejenak untuk mengembalikan konsentrasi.

Baca juga: Hindari Perilaku Ini Saat Mengemudi di Jalan Tol

“Istirahat minimal 30 menit, setelah itu sudah bisa jalan lagi. Nanti istirahat lagi kalau sudah 3 jam. Sebaiknya kalau menyetir sudah lebih dari 12 jam, cari penginapan untuk istirahat yang lebih maksimal,” kata Jusri.

Jusri mengingatkan, jam-jam krusial terjadinya kecelakaan ada pada waktu pergantian dari sore ke malam, atau dari malam ke pagi.

“Tambah waktu istirahat saat waktu magrib atau waktu subuh, karena saat itu mata kita butuh penyesuaian dari terang ke gelap atau dari gelap ke terang,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X