Masih Berharap, Usulan Insentif Pajak Mobil baru 0 Persen Terganjal

Kompas.com - 30/12/2020, 07:02 WIB
Ilustrasi penjualan mobil KOMPAS.com/STANLY RAVELIlustrasi penjualan mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terus berupaya agar usulan insentif pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru dapat terealisasi guna merangsang daya beli masyarakat di tengah pandemi.

Sampai saat ini, relaksasi pajak tersebut masih terganjal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Maka, belum dapat dipastikan jika usulan terkait bisa terealisasi dalam waktu dekat.

"Memang kita masih belum dapat green light (lampu hijau) dari Kemenkeu, masih dalam proses hitung-hitungan," ujar Agus dalam diskusi virtual, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Kalahkan Sigra, Brio Satya Jadi Mobil Murah Terlaris

Suasana pameran otomotif di BCA Expoversary 2020 dio ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/2/2020). Pameran dalam rangka memperingati HUT ke-63 BCA digelar serentak di tiga kota Jakarta, Surabaya, Makassar.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Suasana pameran otomotif di BCA Expoversary 2020 dio ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/2/2020). Pameran dalam rangka memperingati HUT ke-63 BCA digelar serentak di tiga kota Jakarta, Surabaya, Makassar.

Kendati demikian, Agus menyebut usulan itu secara prinsip telah disetujui oleh Presiden RI Joko Widodo (Kemenkeu). Sebelumnya, pihak asosiasi pun menyambut baik.

"Ini wajar saja untuk mereka yang merupakan bendahara negara. Tentu, mereka punya penilaian dan posisi sendiri, sebagai Kemenkeu mereka harus lebih komperhensif," paparnya.

Agus mengatakan, industri otomotif masih tetap tumbuh meski tak ada kebijakan insentif pajak untuk mobil baru. Ia menambahkan, ada perbaikan pada kuartal III-2020 ketimbang kuartal sebelumnya.

Tapi, pertumbuhan itu diakui masih lambat untuk bisa mencapai titik pemulihan seperti masa sebelum pandemi Covid-19. Karenanya, ia memastikan pemerintah bakal menaruh perhatian pada sektor ini.

Baca juga: Ini Deretan Mobil dan Motor Bekas Paling Dicari Tahun 2020

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

"Ini sektor yang penting, turunan-turunan industrinya sangat penting dan banyak, dan melibatkan IKM yang banyak. Jadi memang ini salah satu industri yang perlu kita proteksi secara serius," pungkas Agus.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menolak usulan pembebasan pajak mobil baru yang disampaikan Kemenperin guna membantu daya beli masyarakat di sektor otomotif selama pandemi Covid-19.

Alasannya, pihak Kemenkeu telah mengeluarkan beragam relaksasi bagi industri agar bisa cepat kembali pulih. Lagipula, pemusatan pemberian insentif di satu sektor bisa menimbulkan kecemburuan dari industri lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X