Benarkah Mengemudi Jarak Jauh di Malam Hari Lebih Berisiko?

Kompas.com - 27/12/2020, 10:01 WIB
Tim Merapah Trans Jawa 3 Kompas.com melintas di tol Kertosono-Mojokerto pada malam hari. Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoTim Merapah Trans Jawa 3 Kompas.com melintas di tol Kertosono-Mojokerto pada malam hari.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil pribadi tidak hanya perlu menyiapkan kendaraan saja.

Tetapi, pemilihan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan juga penting agar perjalanan tetap nyaman dan aman sampai ke tempat tujuan.

Dalam memilih waktu, tidak sedikit yang melakukan perjalanan saat malam hari. Adapun pertimbangannya yakni kondisi cuaca yang tidak panas serta kondisi lalu lintas yang relatif lebih lengang.

Tetapi, di balik keuntungan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin melakukan perjalanan jarak jauh di malam hari.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Saat Liburan Akhir Tahun Bisa Secara Online

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, melakukan perjalanan di malam hari berbeda dengan siang hari.

Mengemudi di malam hari lebih berat, hal ini disebabkan karena aktivitas berkendara dilakukan tidak sesuai dengan siklus tubuh manusia.

“Berkendara di malam hari tidak sesuai dengan siklus tubuh, malam hari adalah jamnya tubuh manusia untuk beristirahat,” kata Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Cahaya lampu depan Bi-Xenon BMW X3 saat melintas di Jalan Tol Pejagan-Pemalang. BMW X3 adalah kendaraan operasional tim Merapah Trans-Jawa 2017 Kompas.com dan Otomania.com(GARRY ANDREW LOTULUNG/Kompas.Com) Cahaya lampu depan Bi-Xenon BMW X3 saat melintas di Jalan Tol Pejagan-Pemalang. BMW X3 adalah kendaraan operasional tim Merapah Trans-Jawa 2017 Kompas.com dan Otomania.com

Kondisi inilah yang kemudian membuat tubuh manusia merasakan lelah dan mengantuk. Sony menambahkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengemudi mobil di malam hari. Seperti visibilitas pengemudi yang terbatas dan kondisi fisik selama berkendara.

“Mengemudi di malam hari dari segi keamanan kurang terjamin, karena tingkat visibilitas terbatas, selain juga juga kondisi badan yang kelelahan,” ujarnya.

Baca juga: Mengapa Beban Pajak Kendaraan Bisa Berubah Setiap Tahun?

Menurut Sony, selama ini tidak sedikit yang nekat mengonsumsi suplemen untuk menjaga tubuh agar tetap prima selama melakukan perjalanan di malam hari.

Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelahhuffingtonpost.com Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X