Tesla Jadi ke Indonesia Januari 2021, Bahas Investasi Mobil Listrik

Kompas.com - 18/12/2020, 07:22 WIB
Ilustrasi Pabrik Tesla di AS reuters.comIlustrasi Pabrik Tesla di AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa Tesla tertarik untuk melakukan investasi berkelanjutan di Indonesia dalam industri kendaraan listrik.

Bahkan, dalam upaya menyelaraskan peluang kerja sama antar kedua pihak, tim khusus dari pabrikan asal Amerika Serikat tersebut akan berkunjung ke Tanah Air pada Januari 2021.

“Tesla telah menyampaikan minat yang kuat untuk berinvestasi di sini dan mereka akan lakukan kunjungan di Januari 2021," ujar Luhut dalam acara Public Launching KBLBB, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Jokowi Ajak Elon Musk Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikattheverge.com Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat

Namun, ia belum bisa menyatakan secara rinci kerja sama yang ditawarkan. Kuat dugaan, Tesla bakal menyasar sektor komponen utama pada kendaraan listrik yaitu baterai.

Pernyataan ini sejalan dengan apa yang telah disampaikan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier, belum lama ini. Taufiek mengatakan, pemerintah tengah 'menggoda' Tesla untuk bisa masuk di kawasan industri Batang, Jawa Tengah.

"Mereka (Tesla) kan melebarkan sayap dengan cara mendekatkan ke sumber bahan baku kendaraan listrik, sementara kita tengah mencoba bangun pabrik baterai listrik sehingga ketemu," papar dia.

Selain Tesla, Luhut juga menyebut ada beberapa produsen yang telah dan tengah tertarik untuk menyalurkan investasi pada sektor serupa. Diantaranya, Hyundai, BYD, CATL, sampai LG Chem yang memfokuskan diri pada baterai.

Baca juga: Ada Perempuan Indonesia yang Ikut Rancang Teknologi Autopilot Tesla

Tesla Model XIrish Times Tesla Model X

"Potensi Indonesia sebagai produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa investor asing yang telah menanamkan sahamnya seperti Hyundai," ujar Luhut.

Di samping itu, minat pengembangan industri kendaraan listrik juga datang dari dalam negeri melalui Gesits, Viar, sampai bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa dan PT INKA (Persero).

Baca juga: 18 Desember, Keluar Masuk Jakarta Wajib Sertakan Hasil Rapid Antigen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan peluncuran kendaraan listrik mengacu pada Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB) untuk transportasi jalan.

“Dasar pemikiran program KBLBB tersebut adalah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM yang akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada neraca pembayaran Indonesia akibat impor BBM,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X