Setelah 16 Tahun, Akhirnya Alasan Rossi Pindah dari Honda ke Yamaha Dibuka

Kompas.com - 11/12/2020, 09:42 WIB
Alex Briggs Foto: The RaceAlex Briggs

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim depan Valentino Rossi akan pindah ke Petronas Yamaha SRT. Kepindahan itu sekaligus menandai berakhirnya kerjasama dengan Alex Briggs.

Briggs merupakan salah satu orang yang berjasa di karir Rossi. Mekanik Australia itu sudah menemani The Doctor saat dia debut pertama kali di kelas premier sejak tahun 2000.

Briggs mengatakan momen terbaiknya selama 20 tahun bersama Rossi ialah di GP Afrika Selatan 2004. Rossi menang di hari itu, kemenangan pertama bersama tim barunya di Yamaha.

Baca juga: Pol Espargaro Sebut MotoGP 2021 Berjalan Buruk Tanpa Marquez

“Afrika Selatan 2004 adalah puncak dari segalanya,” kata Briggs mengutip The Race, Kamis (10/12/2020).

GP Afrika Selatan 2004Foto: The Race GP Afrika Selatan 2004

Bukan tanpa sebab Briggs sangat terkesan dengan balapan itu. Sebab di musim itu Rossi keluar sebagai juara dunia MotoGP keempat kali. Padahal baru pindah dari Honda.

Keputusan Rossi pindah ke Yamaha saat itu membuat heran banyak pihak. Sebab dia sudah tiga kali menjadi juara dunia bersama Honda, yaitu pada 2001, 2002 dan 2003.

Briggs mengatakan, kepindahan Rossi dari Honda ke Yamaha merupakan keputusan mudah. Sebab Honda memperlakukan pebalapnya kurang pantas.

Menurut Briggs, Honda menilai pebalap adalah unsur kedua dari kemenangan. Kala itu menurut Honda,  siapapun bisa menjadi juara jika memakai motor Honda.

"Itu hal terburuk yang dapat Anda lakukan jika jadi pebalap, dengan mengatakan bahwa mereka tidak penting," kata Briggs.

Baca juga: Cara Valentino Rossi Lepas Penat di MotoGP, Ikut Balap Mobil

Valentino RossiFoto: The Race Valentino Rossi

Saat Rossi pindah, Briggs mengatakan mengikuti Rossi sebab seluruh tim juga siap dengan perubahan baru, karena tim merasakan hal yang sama dengan Rossi.

“Kami mulai sedikit frustrasi sebagai satu tim dengan Honda," katanya.

"Ketika kami pertama kali gabung, mereka adalah tim di mana para insinyur serta mekanik semuanya menuju ke arah yang sama, tetapi seiring waktu itu berkembang jadi dua kelompok, insinyur dan kru," katanya.

“Dia jelas merasakan hal itu juga sebagai pebalap. Anda telah membaca semua hal yang dia katakan tentang Honda, bahwa motornya sangat bagus dan itu tidak terlalu tergantung pada pebalapnya," katanya.

Saat Rossi memutuskan pindah dari Honda, Briggs juga mengikutinya. Dia terus bersama Rossi sampai dia pindah ke Ducati dan kembali lagi ke pangkuan Yamaha sampai musim 2020.



Sumber The Race
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X