Toyota Investasi Rp 28,2 T Untuk 10 Kendaraan Listrik di Indonesia

Kompas.com - 09/12/2020, 07:02 WIB
Toyota melakukan recall 6,5 juta unit untuk beberapa model karena power window. Reuters/ Yuya ShinoToyota melakukan recall 6,5 juta unit untuk beberapa model karena power window.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asia Region CEO Toyota Motor Corporation Yoichi Miyazaki mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan dana investasi hingga 2 Miliar dollar AS atau Rp 28,29 triliun di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Investasi tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan kendaraan ramah lingkungan mencangkup mobil listrik (EV), sekaligus mempertegas langkah atau komitmen pabrikan usai 50 tahun beroperasi di dalam negeri.

"Kami berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi dan impor minyak bagi kendaraan bermotor. Setidaknya, dalam 5 tahun ke depan Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Diskon Pajero Sport Tembus Rp 40 Juta, Fortuner Rp 35 Juta

Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentuckycarscoops.com Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota Kentucky

"Teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap mendukung penerapan B30," lanjut Miyazaki.

Hal ini dinyatakan dalam pertemuan manajemen Toyota bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman, Selasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, selaras dengan tekad tadi, Toyota juga memperkirakan konsumsi bahan bakar akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter pada 2025 mendatang.

"Lalu dalam rencana pengembangan bisnis kami, Toyota mempersiapkan Indonesia jadi hub ekspor bagi produk Toyota. Tidak hanya untuk kawasan ASEAN tapi juga negara lainnya," ucap Miyazaki.

Baca juga: Industri Otomotif Bergeser, Toyota Mulai Fokus Garap Mobil Listrik

Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.CUTENK Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.

Pihak Toyota menyambut baik Omnibus Law UU Cipta Kerja dan berharap mampu memperbaiki iklim investasi dan perluasan lapangan pekerjaan di Indonesia. Serta, perkembangan Pelabuhan Patimban sebagai pendorong ekspor industri otomotif.

Pada kesempatan sama, Airlangga menyambut baik rencana Toyota atas proyek EV Smart Mobility di Nusa Dua Bali tahun depan sebagai bagian untuk mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Nantinya, Toyota akan bekerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC Nusa Dua. Alasan Bali dipilih sebagai lokasi proyek adalah karena sejalan dengan Pemerintah Daerah yang telah mengeluarkan Pergub Nomor 45/2019 tentang energi bersih dan kendaraan listrik.

Baca juga: Nissan Ungkap 4 Tantangan Mobil Listrik di Indonesia

PHEVIstimewa PHEV

Ia juga menekankan agar hasil produk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai tidak hanya untuk pasar domestik tapi juga ekspor, salah satunya ke Australia. Pemerintah siap memberi dukungan dalam bentuk regulasi, insentif fiskal, dan non-fiskal.

"Pemerintah akan memberi dukungan yang diperlukan oleh Toyota dalam rangka pengembangan KBL-BB dalam bentuk regulasi, insentif fiskal dan non fiskal," papar Airlangga.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.