Cara Jitu Memilih Mobil Bekas yang Pas Untuk Dipinang

Kompas.com - 04/12/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)


JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bekas menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan roda empat, selain model baru. Masing-masing punya alasan sendiri ketika menjatuhkan pilihan pada kendaraan dengan status mobil seken ini.

Layaknya semua pilihan, pasti memiliki nilai positif yang tentu saja diikuti dengan konsekuensi negatif. Perlu kesadaran akan hal itu, bukan hanya untuk antisipasi dan mereduksi efek buruk, tapi juga jauh dari kata menyesal.

Baca juga: Ada Perempuan Indonesia yang Ikut Rancang Teknologi Autopilot Tesla

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, mencoba menjabarkan plus minus ketika membeli mobil bekas.

“Jika dibandingkan dengan mobil baru, dari segi nilai saya bilang bahwa mobil bekas pasti nilainya (harga beli) di bawah yang baru, dengan model dan tipe yang sama. Lebih dari itu, ini juga akan menguntungkan ketika mobkas yang kita beli belum berubah modelnya (facelift atau All-new), kita bisa mejeng dengan model sama (umur 2-3 tahun) dan belinya lebih murah dibanding yang beli baru,” ujar Fischer beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

Soal keuntungannya, Fischer mengatakan, depresiasi mobil bekas lebih kecil dibandingkan dengan mobil baru. Bahkan untuk mobkas pada fase tertentu harganya bisa stagnan saja.

“Jadi sederhananya tidak begitu terpukul banyaknnya penurunan di harga jual kembali,” katanya.

Namun Fischer melanjutkan, bahwa membeli mobil bekas juga ada risiko. Karena bagaimanapun, jenis kendaraan ini sebelumnya sudah pernah digunakan orang lain yang karakternya berbeda-beda.

Baca juga: Rawan Terlindas, Jangan Berada di Samping Truk Saat Berjalan

Mobkas pasti ada risikonya, namanya juga bekas pakai orang lain. Risiko terbesarnya mobkas ada di kualitas mobi. Jadi memang harus cerdas ketika akan membelinya. Kalau kita salah pilih, mobil nantinya kebanyakan ada di bengkel dibanding dipakai,” ucap Fischer.

“Selain itu, risiko lainnya adalah kalau-kalau kendaraan tersebut ternyata hasil curian, atau tersangkut kasus pidana lainnya,” lanjut Fischer.

Jadi, selain cerdas, konsumen yang membeli mobkas perlu juga mempertimbangkan soal memilih diler atau pedagang terpercaya, tentu saja untuk meminimalisasi risiko. Meski begitu, ini jangan dijadikan alasan untuk menghindari mobkas karena membeli mobil baru juga ada plus dan minusnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X