Mau Beli Mobil Bekas yang Sudah Disuntik Mati, Simak Tipsnya!

Kompas.com - 04/12/2020, 09:12 WIB
Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua. KOMPAS.COM/STANLY RAVELLapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bekas mayoritas statusnya sudah disuntik mati alias tidak lagi dijual atau diproduksi lagi produk barunya. Istilah kerennya, mobil sudah discontinue!

Tapi, mengingat kebijakan peredaran mobil tidak ada batasan usia di Indonesia, maka aliran bisnis tercipta dari model-model discontnue ini. Salah satu keunggulannya, mobil seken yang sudah disuntik mati biasannya punya harga yang relatif kompetitif.

Setidaknya ada beberapa mobil yang sudah disuntik mati dan masih laris di pasar mobil bekas, misalnya Chevrolet Spin, Ford Everest, Honda Freed, Nissan Evalia, Nissan March, dan Suzuki Swift.

Pemilik Jordy Mobil di MGK Kemayoran Andi menyarankan, untuk membeli mobil bekas berstatus discontinue, harus melewati berbagai pertimbangan salah satunya adalah ketersediaan komponen atau suku cadang.

Baca juga: Ada Perempuan Indonesia yang Ikut Rancang Teknologi Autopilot Tesla

“Kadang untuk sparepart mesin masih banyak yang menyediakan, tapi untuk interior sudah agak susah,” ujar Andi beberapa waktu lalu saat dihubungi Kompas.com.

Chevrolet Spin akan mengalami perbaikan massal terkait masalah katup tangki bensin dan fusebox.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Chevrolet Spin akan mengalami perbaikan massal terkait masalah katup tangki bensin dan fusebox.

Lanjut Andi, ketika konsumen memutuskan untuk membeli mobil yang sudah disuntik mati sebaiknya jangan mudah tergiur dengan harga murah.

“Sebab, kalau beli mobil dengan harga murah pasti dapat kondisi seadanya. Jadi beli kondisi, jangan beli harga murah,” katanya.

Baca juga: Rawan Terlindas, Jangan Berada di Samping Truk Saat Berjalan

Pernyataan sama juga diungkapkan oleh Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, ia mengatakan jangan sampai terjebak akan pesona harga murah suatu mobkas apalagi bila sudah disuntik mati. Pertimbangkan juga bahwa mobil yang ingin dibeli masih eksis di Tanah Air.

“Ketika APM-nya jarang atau bahkan sudah gulung tikar akan menyulitkan pengguna khususnya ketika mobil alami masalah,” kata Fischer.

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

Sebaiknya pilih juga mobil yang masih dari Jepang, karena cenderung lebih awet atau bandel. Mobil Eropa cukup rewel akan overheat.

“Selain itu, pengguna (komunitas) mobil diskontinu jepang lebih banyak. Sehingga untuk sharing cenderung mudah, tidak pusing sendiri (mengurusnya),” ucap Fischer.

“Tidak lupa juga untuk lakukan pengecekan fisik mobil secara menyeluruh mulai dari eksterior, kaki-kaki, sampai interior dan mesin,” lanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X