Gagal Juara Dunia, Quartararo Janji Redam Emosi pada MotoGP 2021

Kompas.com - 28/11/2020, 18:42 WIB
Alex Rins (kiri) dan Fabio Quartararo (kanan) saat merayakan podium pada MotoGP Catalan, 27 September 2020. AFP/LLUIS GENEAlex Rins (kiri) dan Fabio Quartararo (kanan) saat merayakan podium pada MotoGP Catalan, 27 September 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo, sempat mendominasi di awal balapan dengan merebut podium pertama di dua seri awal MotoGP 2020.

Namun, setelah penampilan gemilangnya tersebut, Quartararo justru tidak konsisten dan tampil naik turun. Dirinya hanya bisa naik podium sekali yaitu di MotoGP Emilia Romagna dan harus puas mendapat peringkat kedelapan klasemen akhir MotoGP 2020.

Baca juga: Pembatasan Truk Saat Libur Natal dan Tahun Baru Masih Tentatif

Bahkan dirinya berhasil dikalahkan oleh rekan setimnya Franco Morbidelli yang masih menggunakan motor Yamaha tahun 2019. Morbidelli memang dinilai lebih stabil sehingga berhasil meraih posisi runner-up di MotoGP 2020.

Musim mendatang Quartararo akan bertukar tempat dengan Valentino Rossi dan menjadi pebalap pabrikan Yamaha.

Pebalap Petronas Yamaha SRT asal Perancis, Fabio Quartararo, saat tampil pada sesi kualifikasi MotoGP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu (12/9/2020).AFP/ANDREAS SOLARO Pebalap Petronas Yamaha SRT asal Perancis, Fabio Quartararo, saat tampil pada sesi kualifikasi MotoGP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu (12/9/2020).

"Hal utama yang ingin saya lakukan adalah bersantai, istirahat dari media dan mengabaikan apa pun yang berhubungan dengan sepeda motor 100 persen. Saya ingin mengunjungi keluarga saya karena saya sudah lama tidak bertemu mereka," ujar Quartararo dikutip dari Speedweek, Sabtu (28/11/2020).

Pebalap yang memiliki julukan El Diablo itu juga mengaku punya rencana untuk menemui psikologi guna mengurangi masalah emosinya sebelum musim 2012 dimulai.

Baca juga: Salah Kaprah Motor Matik Pakai Oli Mobil

"Saya akan menemui psikolog. Saya pernah ke sana beberapa kali, tapi kini akan lebih sering melakukannya. Karena saya percaya bahwa hal-hal kecil bisa membuat perbedaan besar. Itulah mengapa saya bakal membenahi aspek ini dengan bantuan psikolog," ucap Quartararo.

Quartararo berusaha menenangkan diri dan bereaksi sedikit mungkin secara emosional. Sebab itu akan menjadi penting untuk tahun depan agar bisa memberikan komentar yang lebih baik kepada kepala kru dan para mekaniknya.

“Karena ketika tingkat emosi sangat tinggi, Anda hanya bisa bilang motornya tidak berfungsi, tapi tidak tahu persis di area mana. Jadi saya pikir sangat penting untuk melakukannya,” katanya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X