Mobil Listrik Menciptakan Ancaman Bagi Industri Komponen Lokal

Kompas.com - 27/11/2020, 08:22 WIB
Ilustrasi Pabrik Tesla di AS reuters.comIlustrasi Pabrik Tesla di AS

JAKARTA, KOMPAS.com – Prospek kendaraan listrik di Indonesia cukup menjanjikan dan masih terbuka lebar. Kementerian Perindustrian bahkan menargetkan populasi kendaraan listrik mencapai 20 persen dari total penjualan nasional pada 2025.

Meski begitu, kendaraan listrik secara bertahap bisa memberangus bisnis komponen otomotif yang mendukung kendaraan konvensional.

Oleh sebab itu, pemerintah harus mencari cara agar penjualan kendaraan listrik bisa merangkak naik. Sementara industri komponen otomotif bisa bertahan.

Baca juga: Razia Batas Kecepatan Pakai Speed Gun di Tol Cipali

Ilustrasi suku cadang dan komponen mobilKOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil

Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM-UI) Riyanto mengatakan, era kendaraan listrik dapat mematikan industri komponen jika pemerintah tidak melakukan pencegahan.

“Ini yang menjadi pemikiran bersama dengan adanya kendaraan listrik,” ujar Riyanto, dalam webinar (26/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Banyak industri komponen yang terdegradasi, karena komponen kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan biasa,” katanya.

Baca juga: Harga Jual Kembali Mitsubishi Xpander di Akhir Tahun

Kendaraan listrik Hyundai Ioniq tengah melakukan pengisian daya di SPKLUKompas.com Kendaraan listrik Hyundai Ioniq tengah melakukan pengisian daya di SPKLU

Menurut Riyanto, jika pemerintah tidak segera mengambil sikap, bukan tak mungkin sejumlah tenaga kerja bisa kehilangan pekerjaannya.

Paling tidak pemerintah harus punya cara agar industri komponen kendaraan konvensional dapat beralih cepat.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan, industri otomotif memiliki kontribusi sekitar 10 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Baca juga: Kriteria Mobil Bekas Paling Dicari Konsumen di Masa Pandemi

Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.TRIBUNNEWS / HERUDIN Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.

“Saat ini jumlah tenaga kerja yang terserap oleh industri otomotif dan pendukungnya sekitar 1,5 juta orang,” ucap Taufiek, belum lama ini.

“Mulai dari pabrikan otomotif sampai pemasok komponen di bawahnya, termasuk diler, bengkel, hingga perusahaan pembiayaan,” ucapnya.

Kalau era mobil listrik sudah menjamur, harus dihitung lagi berapa potensi kerugian industri otomotif dan pendukungnya. Di sisi lain, juga perlu diperhatikan terciptanya bisnis baru dari era mobil listrik ini, apakah bisa mengonpensasi kerugian atau justru bisa surplus.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.