Kenapa Kursi di Bus Ekonomi Sumatera Memakai Susunan 2-2?

Kompas.com - 23/11/2020, 17:11 WIB
kabin bus Kompas.com/Fathan Radityasanikabin bus

JAKARTA, KOMPAS.comBus antar kota antar provinsi (AKAP) merupakan salah satu solusi bepergian dengan biaya yang cukup murah. Bus sendiri terbagi dari berbagai kelas pelayanan, mulai dari Ekonomi sampai Eksekutif.

Biasanya untuk kelas Ekonomi, bus bisa diisi lebih banyak penumpang. Susunan kursinya pun ada tiga di kanan dan dua di kiri (3-2). Sedangkan untuk kelas di atasnya, biasanya memakai susunan 2-2 atau bahkan 2-1 dengan kursi yang lebar.

Namun, susunan kursi penumpang 3-2 di kelas Ekonomi hanya berlaku di sekitar pulau Jawa saja. Jika melihat bus- bus AKAP kelas Ekonomi yang ada di Sumatera, semuanya memakai susunan 2-2.

Baca juga: Biar Tak Gagal Paham, Ini Bedanya Varian Baru Nmax 155 Connected

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Antar Lintas Sumatera (ALS) (@pt.antarlintassumatera)

 

Anggota Forum Bismania Indonesia, Asrul Arifin Siregar mengatakan, susunan kursi penumpang di bus kelas Ekonomi di Sumatera memang sejak dahulu seperti itu (2-2).

“Memang sudah begitu pangsa pasarnya. Untuk bus AKAP, bisa dibilang enggak ada yang pakai susunan kursi penumpang 3-2 ,” ucap Asrul kepada Kompas.com, Senin (23/11/2020).

Asrul menambahkan, untuk bus di Sumatera yang memakai susunan kursi penumpang 3-2 paling hanya untuk antar kota dalam provinsi (AKDP). Namun itu juga hanya bus AKDP dengan jarak yang singkat.

Baca juga: Hasil MotoGP 2020, Oliveira Juara di Kandang Sendiri, Mir Mogok

Kabin busKaroseri Laksana Kabin bus

“Kalau AKDP jarak tiga sampai empat jam ada yang pakai susunan 3-2, misalnya ke Toba. Sedangkan, AKDP yang jarak delapan jam lebih juga semuanya pakai model 2-2 susunan kursi penumpangnya,” kata Asrul.

Selain itu, Sewan Delrizal Lubis, generasi ketiga dari salah satu pemilik armada PO ALS, menambahkan, memang tidak ada alasan spesifik dari mana asalnya bus Ekonomi di Sumatera pakai susunan 2-2, mungkin lebih ke kenyamanan penumpangnya.

Lintas Sumatera kan berbeda juga sama Jawa. Jadi mau bus kelas Ekonomi juga harus tetap nyaman,” ucap Sewan kepada Kompas.com.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X