Pelabuhan Patimban Harus Mampu Rangsang Industri Otomotif Nasional

Kompas.com - 20/11/2020, 18:41 WIB
Ekspor mobil TMMINEkspor mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap Pelabuhan Patimban yang bertempat di Kabupaten Subang, Jawa Barat mampu mendorong industri otomotif dan menekan biaya logistik nasional.

Pasalnya, wilayah yang mulai menjalani soft opening pada Desember 2020 ini lebih dekat dengan pabrik kendaraan bermotor dibandingkan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Target penurunan biaya logistik ini erat kaitannya dengan konsep hub dan spoke, karena kita juga ingin menjadi hub terkemuka,” kata Budi dalam diskusi virtual, Jumat (20/11).

Baca juga: Pasar Tumbuh Tipis, Ekspor Mobil Naik Dua Digit pada Oktober 2020

Aktivitas pengerjaan proyek Pelabuhan Patimban di Cirebon. Pemprov Jabar tengah menggodok skempa pembiayaan proyek pemerintah melalui pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).Dokumentasi Humas Pemprov Jabar Aktivitas pengerjaan proyek Pelabuhan Patimban di Cirebon. Pemprov Jabar tengah menggodok skempa pembiayaan proyek pemerintah melalui pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Budi mengatakan, Pelabuhan Patimban akan digunakan di antaranya untuk maksimalisasi truk, memperkuat ketahanan ekonomi, dan menyediakan backup outlet dari pelabuhan.

“Kita tahu angkutan di ibu kota begitu berat, dengan adanya Patimban, berarti pergerakan angkutan berat sebagian pindah ke Patimban, dan membuat Ibu Kota bertambah baik dan tidak macet. Kita pastikan Patimban menjamin keselamatan pelayaran dan eksplorasi migas,” ujar dia.

Budi berharap Pelabuhan Patimban mampu menjadi pengungkit utama kebudayaan ekonomi nasional. Ia mengakui, Pelabuhan Patimban salah satunya memang ditujukan untuk ekspor–impor industri otomotif.

"Saya banyak berdiskusi dengan Pak Menperin (Agus Gumiwang Kartasasmita) bahwa Kementerian Perindustrian sudah siap mendukung kegiatan ini. Dan pasti ini memberikan geliat tertentu, karena antusiasme dari Gaikindo itu begitu antusias," paparnya.

Baca juga: Mobil Terlaris di Oktober 2020, Brio Kembali Kalahkan Avanza

Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, Pelabuhan Patimban memiliki nilai penting bagi pengembangan industri otomotif nasional.

Sebab, Pelabuhan Patimban didedikasikan untuk jadi hub besar dalam produksi kendaraan bermotor nasional dan maupun ekspor ke pasar global.

“Kami mengajak pelaku industri otomotif dan kendaraan motor maupun produsen komponen sparepart dan sampai industri bahan baku untuk menjadikan Patimban sebagai mitra strategis untuk kegiatan ekspor impor sehingga bisa jadi pusat perdagangan internasional,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X