Hindari Kecelakaan, Begini Posisi Riding Motor Sport yang Ideal

Kompas.com - 20/11/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi moge. Eki RazakiIlustrasi moge.

JAKARTA, KOMPAS.com - Motor sport memiliki ciri khas jika dilihat dari bentuknya. Posisi tangki bahan bakar di depan pengendara dan jarak stang yang jauh dari jok, membuat cara mengendarai jenis motor ini berbeda dari dua jenis motor lainnya, yakni motor bebek dan skutik.

Sebelum mengendarai motor ini maka bikers perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya kondisi motor dan kesiapan berkendara. Setelah dua faktor itu sudah siap, selanjutnya adalah mencari posisi nyaman saat duduk di jok motor.

Baca juga: Ini Fitur Keselamatan Honda CBR1000RR SP

Seperti diketahui bahwa salah satu hal yang sulit didapatkan ketika mengendarai motor sport adalah kenyamanan saat berkendara.

Sebab, posisi badan agak menunduk. Namun demikian, faktor kenyamanan sangat penting supaya tubuh tidak terlalu capek dan tetap bisa berkonsentrasi penuh saat berkendara.

Setelah mendapat posisi berkendara yang cukup nyaman, perhatikan juga bagian lengan. Ketika mengendarai motor, maka lengan harus sedikit menekuk.

Ilustrasi mengendarai moge.Ghulam/KompasOtomotif Ilustrasi mengendarai moge.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, posisi lengan yang agak menekuk membantu rider mengontrol motor dalam keadaan darurat, misalnya ketika menghantam lubang atau pengereman mendadak.

“Karena tangan yang menekuk akan mengikuti rebound atau pantulan dari motor jika terjadi benturan saat melintas jalan berlubang,” ujar Jusri kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Selain lengan yang menekuk, bobot dari tubuh juga harus lebih banyak bertumpu pada bagian belakang motor. Kemudian, kedua paha mengapit tangki bahan bakar.

Baca juga: Lagi Kasus Tabrakan CBR1000RR, Pemilik Moge Perhatikan Hal Ini

Posisi seperti ini untuk mengantisipasi pergeseran riding position ketika terjadi pengereman mendadak. Selain itu, agar pengendara tidak terpental dari motor.

Jusri mengatakan, ketika terjadi pengereman mendadak, apalagi dalam kecepatan tinggi, maka dalam waktu cepat bobot akan berpindah ke bagian depan motor. Perpindahan bobot dalam waktu cepat ini cukup berbahaya karena bisa membuat motor sulit dikendalikan.

“Secara keseluruhan, (mengendarai motor sport) pergerakkan pengendara tidak boleh terganggu. Pengendara harus mampu lakukan pergerakkan ke kiri atau kanan,” kata Jusri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X