Pasar Tumbuh Tipis, Ekspor Mobil Naik Dua Digit pada Oktober 2020

Kompas.com - 20/11/2020, 07:02 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pertumbuhan ekspor mobil buatan dalam negeri pada Oktober 2020 masih positif secara bulanan (month to month).

Secara volume, ekspor kendaraan bermotor roda empat secara utuh alias completely built-up (CBU) mencapai 25.666 unit atau naik 22,6 persen dari pencapaian September 2020.

Ekspor masih didominasi oleh Grup Toyota dengan 11.528 unit mobil buatan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dan 3.873 unit bikinan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Kemudian, ada PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) dengan 6.279 unit. 

Berdasarkan pabrikan pembuat, MMKSI berhasil menggeser TMMIN di peringkat kedua sebagai eksportir mobil CBU terbesar di Indonesia pada bulan kesepuluh 2020. Tapi, ADM juga mengekspor mobil dengan merek Toyota, sehingga tergolong masih dalam satu grup yag sama.

Baca juga: Tumbuh Tipis, Ini Merek Mobil Terlaris pada Oktober 2020

Ekspor Mobil ToyotaFoto: TMMIN Ekspor Mobil Toyota

Adapun PT Suzuki Motors Indomobil (SIM) dan PT Honda Prospect Motors (HPM) di periode sama mengalami pelemahan berurutan, sebesar 8,1 persen dan 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara, untuk ekspor kendaraan secara completely knocked down (CKD) turun 6,2 persen dari pencapaian di September 2020, yaitu dari 6,720 unit jadi 6.304 unit. Pada sektor ini, Toyota mengungguli Mitsubishi Motors yang tepat berada di bawahnya secara signifikan.

Hal serupa dialami pada kinerja ekspor komponen yang melemah 6.5 persen. Kendati demikian, bila dibandingkan dengan kinerja impor di Oktober 2020 industri otomotif nasional masih surplus.

Pasalnya, impor mobil secara bulanan kembali berkurang yakni 8 persen dari 3.479 unit menjadi 3.201 unit. Artinya, meski pandemi virus corona alias Covid-19 masih menghantui tapi permintaan mobil buatan dalam negeri tetap tinggi.

Baca juga: Toyota Kuasai Pasar Penjualan Mobil Nasional Januari-Oktober 2020

Honda mulai produksi Mobilio di pabrik kedua, Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2014).Aris FH Honda mulai produksi Mobilio di pabrik kedua, Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2014).

Penjualan mobil di dalam negeri sendiri selama Oktober 2020 hanya tumbuh tipis yakni 1 persen dibandingkan kinerja September 2020. Padahal, tiga bulan sebelumnya pertumbuhan mampu mencapai 30-50 persen.

Berikut capaian ekspor industri otomotif roda empat Indonesia per Oktober 2020:

Ekspor CBU
1. ADM 11.528 unit
2. MMKI 6.279 unit
3. TMMIN 3.873 unit
4. SIM 3.566 unit
5. HPM 420 unit

Ekspor CKD
1. Toyota 4.900 unit
2. Mitsubishi 780 unit
3. Suzuki 624 unit

Ekspor Komponen
1. Toyota 6.193.306 set
2. Honda 296.042 set
3. Hino 105.712 set
4. Suzuki 10.912 set



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X