Sering Ganti Jenis BBM Bisa Merusak Mesin Kendaraan?

Kompas.com - 16/11/2020, 13:21 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggunakan bahan bakar minyak ( BBM) untuk kendaraan yang paling bagus, yakni sesuai dengan rasio kompresinya, tidak terlalu tinggi atau rendah nilai oktannya.

Biasanya, untuk pemilihan jenis bensin yang cocok untuk kendaraan pabrikan sudah memberikan rekomendasi tersendiri.

Rekomendasi ini tentunya tidak sembarangan diberikan begitu saja, tetapi juga sudah melalui perhitungan dan menyesuaikan tingkat kompresi kendaraan.

Untuk kendaraan keluaran terbaru biasanya memiliki tingkat kompresi yang lebih tinggi, sehingga bahan bakar yang digunakan memiliki Research Octane Number ( RON) yang tinggi.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

Hanya saja, terkadang pemilik kendaraan tidak bisa setia dengan satu jenis bensin saja. Tidak jarang mereka mengganti jenis BBM sesuai dengan keinginannya.

Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.

Mengenai perilaku pemilik kendaraan tersebut, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, penggunaan bahan bakar yang paling bagus mengikuti standar pabrikan.

Dengan menggunakan jenis bensin yang sesuai otomatis akan membuat kinerja mesin juga akan lebih bagus karena pembakaran di ruang mesin lebih sempurna.

Tidak hanya itu, penggunaan BBM yang pas juga bisa membuat komponen kendaraan lebih terjaga keawetannya.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

“Kalau ganti-ganti jenis bahan bakar, misal oktan lebih rendah akan membuat penumpukan kerak karbon di ruang bakar dan membuat mesin menjadi ngelitik,” kata Didi kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, beberapa waktu lalu.AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, beberapa waktu lalu.

Selain itu, ketika kendaraan menggunakan BBM dengan oktan lebih rendah bisa menyebabkan performa mesin juga menurun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X