Ramai Truk ODOL, Isuzu Ingatkan Pengusaha dan Sopir Kendaraan Niaga

Kompas.com - 16/11/2020, 11:42 WIB
Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. KemenhubKemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com – Truk yang melebihi kapasitas normal atau ODOL (Over Dimension Over Load) masih sering kita temui di jalan. Meski terlihat menguntungkan bagi sejumlah pengusaha, namun truk ODOL juga punya dampak buruk bagi para pengemudi atau sopir.

Thomas Aquino Wijanarka, Instructor Training Center PT Isuzu Astra Motor Indonesia, mengatakan, memperbesar kapasitas daya angkut dari kapasitas muatan normal tentu menyalahi peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Dari kacamata keselamatan berkendara, kelebihan muatan tentu akan mempengaruhi visibilitas. Misal jika lebar muatan melebihi ketentuan, bisa menghalangi pandangan mata pengemudi dari kaca spion.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2020, Poin Joan Mir Sudah Tak Terkejar

Kampanye #BersamaIsuzuKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Kampanye #BersamaIsuzu

“Begitu juga dengan tinggi bak atau muatan yang melebihi aturan, ini juga berbahaya saat truk melaju,” ujar Thomas, dalam diskusi virtual (13/11/2020).

Untuk mengurangi risiko truk ODOL, Isuzu juga telah memberikan panduan kepada para pengusaha karoseri dalam membangun kendaraan niaga.

Panduan ini berupa regulasi yang sesuai dengan Surat Keterangan Rancang Bangun (SKRB) yang mengacu pada ODOL.

Baca juga: Pembangunan Pabrik Baterai Tesla di Indonesia Segera Dimulai

Petugas Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan angkutan logistik yang kelebihan muatan dan kelebihan dimensi di jembatan timbangDok. Humas Ditjen Hubdar Petugas Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan angkutan logistik yang kelebihan muatan dan kelebihan dimensi di jembatan timbang
 

Hal ini merupakan aturan baru yang menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah serta produsen otomotif untuk memperbaiki banyaknya jalan rusak, kecelakaan lalu lintas, hingga ketidakpatuhan para sopir kendaraan niaga.

Di samping itu, para pemilik kendaraan niaga juga diimbau selalu memantau perawatan rutin yang dilakukan pada truk.

Thomas mengatakan, perawatan truk secara umum dibagi menjadi dua, yaitu perawatan harian dan perawatan berkala.

Baca juga: Juara Dunia, Joan Mir Catatkan Sejarah Ikuti Kenny Robert Jr dan Kevin Schwantz

Petugas Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan angkutan logistik yang mengalami kelebihan muatan dan kelebihan dimensiDok. Humas Ditjen Hubdar Petugas Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan angkutan logistik yang mengalami kelebihan muatan dan kelebihan dimensi

Untuk perawatan harian seperti pengecekan sebelum berkendara, seperti mengecek oli, tekanan ban, air radiator dan sebagainya.

“Ini bisa dilakukan sendiri dengan mudah sebelum mobil dijalankan,” ucap Thomas.

Sementara untuk menjaga kinerja rem, terutama bagi truk dengan sistem pengereman udara, Thomas mengatakan bahwa sistem rem tersebut sebaiknya dikosongkan sebelum masuk lokasi pemberhentian.

“Supaya udara di dalam tabung habis, karena udara yang mengendap terlalu lama berisiko mengandung air sehingga dapat merusak tangki bensin,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X