Ini Alasan Kenapa Konsumsi BBM Mobil Baru yang Pakai Premium Jadi Boros

Kompas.com - 16/11/2020, 07:12 WIB
Pekerja membersihkan papan harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-15319 di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (20/3/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja membersihkan papan harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-15319 di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (20/3/2013).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu alasan kenapa mobil baru dianjurkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan tinggi, ternyata terkait masalah efisiensi.

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan bila mobil lansiran tahun 2000 ke atas, rata-rata memiliki kompresi yang tinggi, sebab itu dibutuhkan juga BBM yang memiliki oktan tinggi.

"Jadi gini, mobil baru dengan mesin-mesin kompresi yang rata-rata saat ini sudah 11 dan lainnya, sudah pasti dibutuhkan oktan tinggi untuk mengimbanginya," ucap Bambang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Jangan Biasakan Isi Tangki Bensin Motor Sering Kurang dari Setengah

"Kenapa, karena semakin tinggi oktan semakin panjang pembakarannya, titik apinya juga makin tinggi yang membuat pembakaran lebih sempurna," kata dia.

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Menurut Bambang, bila mobil dengan kompresi tinggi dijejali dengan BBM jenis Premium, dampaknya sudah pasti sebaliknya. Pembakaran tidak akan optimal dan menimbulkan knocking alias ngelitik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akumulasi dari semua efek yang terjadi tersebut, akan berimbas pada performa mesin mobil baru dengan kompresi tinggi yang loyo alias tak bertenaga.

Dampak dari tarikan berat, pedal gas pun akan sering dinjak lebih dalam yang membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih boros.

Baca juga: Kelebihan Suzuki GSX-RR, Rahasia Joan Mir Bisa Juara Dunia

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kalau ditanya bisa pakai Premium, bisa-bisa saja, tapi ya ada konsekuensinya, baik jangka pendek dan panjang. Jadi disarankan menggunakan BBM yang sesuai pabrikan saja, minimal itu RON 92," ucap Bambang.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.