Dovizioso Pesimistis Raih Gelar Juara Dunia MotoGP

Kompas.com - 27/10/2020, 07:42 WIB
Andrea Dovizioso saat berlaga di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP) ANDREAS SOLAROAndrea Dovizioso saat berlaga di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Ducati Andrea Dovisiozo mengaku pesimistis bisa meraih gelar juara dunia MotoGP 2020. Hal ini lantaran dirinya merasa motor yang ditunggangi tidak cukup cepat untuk bersaing dengan rider lainnya.

Dikutip dari crash.net, Dovisiozo mengatakan akan sulit bersaing untuk mencapai barisan depan dengan kemampuan motornya saat ini.

“Saya tidak cukup cepat untuk mendapatkan itu. Saya sama sekali tidak berpikir soal persaingan ini dan membicarakan gelar juara dunia,” kata Dovisiozo, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Mana yang Lebih Dulu Diganti, Ban Depan atau Belakang?

Dari 11 seri berlalu, Dovizioso baru menang sekali pada MotoGP Austria yang memang merupakan sirkuit favorit Ducati. Kemudian sempat mendapat podium ketiga pada pembukaan di seri MotoGP Jerez.

Sisanya, Dovizioso selalu finis pada 15 besar, terakhir dirinya mendapatkan posisi ke-13 di MotoGP Teruel, Minggu (25/10/2020).

Andrea Dovizioso saat berlaga di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)ANDREAS SOLARO Andrea Dovizioso saat berlaga di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

Padahal sebelumnya, rider asal Italia ini sempat berada di posisi ketujuh setelah start dari urutan ke-17. Namun perfoma motor yang dimilikinya menurun sehingga tidak mumpuni untuk bertarung dengan rival-rivalnya.

“Ini memang bukan saat yang tepat membicarakan gelar juara. Jika Anda tidak cepat, maka Anda tidak bisa bersaing,“ kata Dovi.

Baca juga: Tambahan Aksesoris Bisa Bikin Bus Terbakar

Dovizioso kini ada di posisi kelima klasemen pebalap MotoGP dengan 109 poin, selisih 28 angka dari Joan Mir di puncak. Dengan tiga balapan tersisa, peluang Dovizioso jadi juara dunia masih terbuka, namun dirinya mencoba realistis mengingat performa Desmosedici miliknya tidak cukup cepat untuk bersaing.

“Peluang kami jadi juara dunia saat ini nol, nyaris tidak ada. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang terlalu berpikir negatif, tetapi untuk saat ini sulit memikirkan kemenangan,” ujar Dovi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X